cheolhao a/b/o 🔞
tags: a/b/overse, alpha!seungcheol, omega!minghao, crying during sex, overstimulation
suppressant yang sama sekali tidak manjur! padahal merk itu punya harga yang lumayan mahal. minghao menyesal telah membelinya.
minghao mencoba menahan sakit yang teramat sangat di sekujur tubuhnya. tulang dan sendinya terasa nyeri, kepalanya berdenyut kencang. kata dokter, efek obat baru akan bekerja 3 jam setelah diminum. jadi saat sakitnya heat menyerang sebelum obat itu bekerja, ia lebih baik istirahat.
baru saja ia akan istirahat, tiba-tiba ponselnya berdering—pertanda pesan masuk.
dengan setengah hati ia membaca pesan itu dan matanya pun terbelalak.
“ini alpha ganteng yang tadi berarti?” ucapnya baru menyadari.
dengan cepat ia ketikkan balasan. percakapan mengalir hingga tiba sang alpha itu menyinggung soal second gender dan minghao merasa terhina.
“rasain tuh alpha songong.”
minghao pun mengisi daya baterai handphonenya sebelum memutuskan untuk tidur. baru saja ia akan terlelap, suara ketukan pintu terdengar. minghao langsung siaga. ia mengendap menuju ke arah pintu kamarnya. sesaat ia menyiapkan diri untuk membuka pintu.
dan benar saja. seungcheol berdiri di hadapannya dengan ekspresi yang tidak terbaca.
“minghao.”
“a-ada apa ya mas? saya udah mau tidur.” ujar minghao, berharap seungcheol bisa menangkap sinyalnya dan segera pergi.
tapi, minghao tidak bisa memungkiri keberadaan alpha di dekatnya sedikit meredakan rasa sakitnya. serta menumbuhkan rasa ingin dalam dirinya. ditambah dengan wangi feromon musk yang kuat dari sang alpha setiap ia bernapas—minghao layaknya diberi aliran udara langsung darinya.
“sorry. saya cuma pengen mastiin keadaan kamu aja.” seungcheol menatap minghao di matanya. “boleh masuk?”
obat dari dokter masih belum menampakkan hasil kerjanya karena minghao dengan mudahnya membiarkan omega dalam dirinya mengambil alih otaknya.
ia mundur perlahan dan membiarkan seungcheol masuk ke teritorinya. minghao terus mundur hingga punggungnya menabrak tembok dan seungcheol berdiri mengungkungnya.
“i have promised jeonghan to take care of you. would you let me…” seungcheol membisikkan kata itu pada pertemuan rahang dan leher pria yang lebih muda. “omega?”
kaki minghao terasa seperti jeli. ia meraih kedua bahu seungcheol sebagai tumpuan. ia mengangguk. “yes, alpha. tolong. it hurts…”
seungcheol mengerang dan mengendusi pheromone glands minghao. “you’re so sweet. i’ll take care of you.” ia pun menjilat titik itu hingga ke belakang telinga minghao, membuatnya semakin mengeraskan cengkraman pada bahu seungcheol.
seungcheol menuntun tubuh omega yang telah kepayang itu. ia membantunya melepaskan baju yang telah basah oleh peluh dan keringat. berikut juga celana tidur serta boxer dan bajunya sendiri. semerbak bau fluida tubuh omega menghantam penciumannya hampir membuatnya sesak. ia tidak buang waktu dan langsung merendahkan tubuhnya ke sumber wangi itu. ia julurkan lidahnya untuk merasakan minghao yang telah membuatnya hampir gila sejak ia membantunya di klinik tadi.
seungcheol tahu ia harusnya mempunyai self-control. tetapi, mengingat ia pun sudah tidak melakukan seks selama berbulan-bulan, ia tidak bisa menahannya lagi. ditambah minghao adalah omega cantik yang unmated. alpha mana yang akan bisa menahan diri.
jeonghan pun memberinya mandat untuk menjaga minghao. meski ia tidak memberitahunya dengan jelas, toh ini juga bisa dijadikan alasan bukan?
seungcheol menjulurkan lidahnya tepat pada pusat lubang minghao. minghao menarik napas kencang dan melenguh keras. cairan terus menerus keluar hingga ia bisa mendengar sendiri pergerakan seungcheol dan lidahnya di bawah sana.
“minghao, you taste so fucking good.” seungheol hums against his rim. he licks it around with fervor.
“alpha… alpha—i want you. now, please.”
sang alpha bangkit dari posisi tengkurapnya dengan satu jilatan terakhir. bibirnya mengkilap dan seluruh bagian mulutnya hingga dagu berkilauan. seungcheol membuka kaki minghao lebar dan melipatnya ke arah tubuhnya sendiri. ia mengocok penisnya yang sudah tegak berdiri sejak tadi dan mengarahkan ke dalam tubuh sang omega.
“be loud omega. show everyone who owns you tonight.” kata seungcheol sembari mendorong dirinya masuk dengan satu kali dorongan.
and screaming he did.
minghao memejamkan mata hingga air matanya menetes. ia membuka dan menutup mulutnya namun tidak ada kata-kata yang terucap selain racauan.
seungcheol memulai ritmenya dengan cepat dan tanpa henti—membuat kasur kamar hotel itu berguncang dan headboard menghantam tembok. sang alpha dan stamina kudanya terus-menerus mendorong dan menarik tubuh omega itu menemui peraduan tubuh mereka. aroma seks yang bercampur dengan feromon buah peach terasa tebal di langit-langit kamar itu.
ia memelankan sedikit temponya untuk merendahkan diri dan berbisik. “hey, you still here with me?”
“yeah, alpha. please jangan berhenti—ugh.” rengek minghao sambil menaikkan pinggulnya sendiri untuk bergerak pada penis seungcheol yang masih tertancap dalam dirinya.
sang omega merasakan dirinya sedikit lagi akan menuju batas. maka ia percepat pergerakannya dan disambut oleh seungcheol yang mencengkram pinggulnya. ia menyesuaikan posisi dan memulai lagi aksinya. prostat minghao sudah berkali-kali diserang dan ia masih menginginkannya lagi.
“fuck, omega. kamu enak banget, sempit. dari tadi, aku nahan diri—ARGH buat gak nyerang kamu di lorong. tapi kamu butuh ini kan? tell me.”
“yes, alpha. butuh kamu—butuh. knot. kaa..mu”
“i’ll give it to you. i’ll give it. UGHHH. I’ll give it real hard”
mendengar kata-kata itu minghao makin terisak dan ia secara tidak sadar telah mengeluarkan orgasmenya dengan hebat. sang alpha tetap mendorong masuk hingga dirinya mencapai puncak dan knotnya membengkak.
setelah beberapa menit berlalu, knot sang alpha mengendur dan ia pun melepaskan diri dari minghao. sang omega terlihat sudah tidak bertenaga ditambah menggigil kedinginan. insting alphanya bekerja dengan sigap dan memberi omega itu usapan afeksi.
ia mengambil kain dari lemari untuk membersihkan minghao sebagian. ia membantu minghao mengenakan celananya yang masih bersih kembali. sang alpha menarik selimut sampai dagu sang omega.
“sleep tight.”