cheolseok nsfw office 🔞

tags: office sex, top!seungcheol, bottom!seokmin, blowjobs.


“seokmin, kamu dengerin gak sih daritadi saya ngomong apa?”

seokmin terperanjat ketika bosnya itu mendapati ia sedang melamun.

duh mati gue.

seokmin pun menelan ludah. “i-iya pak. tadi itu apa, tentang—“

suara gebrakan file yang dibanting ke atas meja membuat jantung seokmin hampir lepas dari tempatnya. ia yakin sekali bahwa ini lah detik-detik terakhirnya sebelum dipecat. hal terburuk bukanlah pemecatannya, tetapi bagaimana ia malah menilai seungcheol sangat seksi melakukannya.

benar-benar tidak tertolong.

“kamu gak bisa fokus kerja kenapa? sudah saya perhatikan sejak tadi kamu gak ada perhatiannya sama meeting hari ini. project ini penting, seokmin.” ujar seungcheol, frustrasi.

seungcheol memperkerjakan seokmin sudah terhitung satu tahun. selama ini seokmin selalu menunjukkan performa yang bagus. dari semua sekretaris yang telah bekerja dengannya, seokmin adalah sekretaris baru favoritnya. tapi mengapa belakangan ini ia terlihat seperti gampang terdistraksi?

kini seokmin hanya bisa melihat ujung sepatunya. ia tidak berani menatap bosnya yang sedang marah karena takut ia akan semakin memikirkan hal yang tidak-tidak.

“seokmin, lihat saya.”

oh crap.

perlahan ia mendongakkan kepalanya, menemui tatapan yang tajam seperti elang dari pria choi tersebut.

“jelaskan apa yang bikin kamu gak fokus.”

seokmin menghembuskan napas yang sedikit bergetar.

“saya… sejujurnya saya hilang fokus karena…”

“apa?”

“karena bapak.”

hening menyelimuti mereka.

tak lama terdengar suara gelak tawa. seokmin rasanya ingin mengubur dirinya saat itu juga.

“okay. it’s my fault then?”

“eh, tentu bukan pak. sepenuhnya salah saya. maaf.”

“uh huh. dengan maaf begitu aja kamu pikir udah selesai?”

“bapak, mau kasih saya SP? tolong jangan pak. saya mohon. saya janji bakalan lebih baik dari ini. hari ini saya lembur aja gapapa pak.”

seungcheol menyeringai. ia masih duduk di kursinya dan seokmin duduk di sofa yang kira-kira jaraknya 10 kaki dari mejanya. ia kembali memainkan jarinya, menunggu kata-kata final seungcheol yang akan menjadi takdirnya lanjut di perusahaan itu.

“kemari kamu.”

seokmin menurut. ia melangkahkan kakinya mendekat ke arah seungcheol yang tengah duduk dengan kaki dan paha yang terbuka.

duh, bisa gak sih gak usah kayak—

“berlutut di lantai.”

mata seokmin melebar. dia terbata-bata mengucapkan, “m-maksudnya, saya disuruh—?”

“iya. kenapa? gak mau?”

seokmin tidak berani membantah karena salah omong sedikit saja, ia bisa saja dipecat dari pekerjaannya.

“baik, pak.”

sekejap setelah ia berlutut di antara kaki seungcheol yang terbuka, ia ditarik mendekat oleh sang atasan. tangannya mendarat di paha kekar bosnya itu untuk menahan diri agar tidak menabraknya.

“daripada gak fokus terus, mendingan saya ajarin biar kamu fokus. paham?”

seokmin mengangguk meskipun yang otaknya bisa proses hanya sedikit dan bau parfum maskulin semerbak yang memenuhi penciumannya.

“buka ritsleting saya.”

seokmin langsung beraksi seakan kata-kata seungcheol mendorongnya secara fisik untuk bekerja. ia tidak berani mengakui sudah berapa lama ia berfantasi akan bosnya dalam keadaan seperti ini. cukup dirinya dan tangan kirinya yang jadi saksi.

“keluarin. hisap punya saya.”

seokmin mengerjakan apa yang disuruh dengan cekatan. ia langsung mengecup ujung kepunyaan seungcheol sedikit dari ujung, lalu keseluruhan. seorang bos pasti suka kan anak buah yang cepat tanggap?

seokmin mengulum ujung penis itu seperti ia menjilati popsicle di hari yang panas. lidahnya menjalar sepanjang batang keras, menyusuri setiap vena dan menciumi seluruh permukaannya. tidak ada yang terlewat.

ke bawah, ia lebarkan lidahnya menyapu seluruh skrotum seungcheol. ia mengambil salah satunya ke dalam mulut dan memainkannya. sedangkan tangannya yang lain memompa milik seungcheol.

suara lenguhan dari atas membuat seokmin lebih percaya diri akan aksinya. ia percepat gerakan tangan dan membawa keseluruhan seungcheol masuk ke dalam mulutnya. ia berhentj sebentar agar rahangnya menyesuaikan. seungcheol menggeram, menghentikan dirinya untuk tidak mendorong pinggulnya dalam-dalam.

“ahh, shit. hangat banget. your mouth is made for taking cocks, right?”

seokmin menjawabnya dengan menarik diri dan membawa seungcheol semakin dalam di mulutnya. ia bisa merasakan ujung penis seungcheol mencapai pangkal tenggorokannya. ia tahan di sana beberapa detik sebelum ia tarik lagi untuk bernapas.

berulang kali seokmin melakukannya hingga ia bisa merasakan paha seungcheol bergetar di bawah tangannya. suara seungcheol semakin tidak jelas dengan napas yang tidak beraturan. ia pun melepaskan klimaksnya di dalam mulut seokmin yang mau tidak mau ia telan seluruhnya.

keringat terlihat jelas di bagian atas tubuh mereka. seokmin mengambil tisu di atas meja sang boss. ia berkata,

“jadinya saya udah dimaafkan?”

seungcheol terkekeh atas pertanyaannya. “udah mulai bisa fokus lagi, belum?”

seokmin tersenyum kecil. “kalo belum, saya harus diajari lagi dong pak?”

“hmm, pelatihan tambahan gitu ceritanya?”

“anything yang bisa meng-improve kinerja saya.”

“come to my house after work tomorrow, then. we can discuss.”

“yes, sir.”