<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
  <channel>
    <title>guchiled</title>
    <link>https://paper.wf/guchiled/</link>
    <description></description>
    <pubDate>Thu, 09 Apr 2026 00:53:55 +0000</pubDate>
    <item>
      <title>seokcheol one shot — after jiu jitsu 🔞</title>
      <link>https://paper.wf/guchiled/seokcheol-one-shot-after-jiu-jitsu-t2mq</link>
      <description>&lt;![CDATA[tags: top!seokmin, bottom!seungcheol, dom/sub undertones, shower sex, rough sex, barebacking, creampie, vulgar language.&#xA;&#xA;!--more--&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;seungcheol kalah.&#xA;&#xA;itu berarti ia harus rela melakukan apa saja atas kemauan seokmin. &#xA;&#xA;begitulah perjanjian yang ia sepakati dengan yang lebih muda sebelum bertanding jiu jitsu hari ini. seungcheol terlalu merasa over-confident (tabiat seorang leo) sehingga saat ia lengah, seokmin memanfaatkannya dan menindihnya sampai ia tidak bergerak di lantai.&#xA;&#xA;seungcheol kesal. ia sudah lebih dulu berlatih jiu jitsu tetapi tetap kalah dari seokmin yang notabene baru beberapa kali ikut latihan. ia sangat ingin tanding ulang tetapi ia malas dibilang tidak terima kekalahan.&#xA;&#xA;ia pun berjalan gontai menuju kamarnya sebelum sebuah lengan menghadangnya di depan pintu.&#xA;&#xA;“hyung.” seokmin berdiri sambil tersenyum meledek. “gak lupa kan sama perjanjian kita?”&#xA;&#xA;seungcheol hampir memutar bola matanya. “bisa biarin gue masuk dulu gak? masa di koridor gini?”&#xA;&#xA;seokmin terkekeh geli. “gak apa-apa sih kalo itu kink lo— aw! poin 1 lo ya mukul gue.”&#xA;&#xA;“dih, apa lagi.”&#xA;&#xA;“lo kena poin kalo lo berusaha menyakiti gue.”&#xA;&#xA;seungcheol mengerang gusar. “terus lo dari tadi di tempat latihan jiu jitsu udah kena poin berapa, sampe badan gue sakit semua.”&#xA;&#xA;yang lebih muda mendekat hingga jarak muka mereka tinggal sejengkal. “awalnya sakit, lama-lama enak, kok.”&#xA;&#xA;seungcheol terdiam dan menepuk dada seokmin hingga yang muda mengaduh kesakitan. tak lama ia pun tertawa.&#xA;&#xA;“bocah gila.”&#xA;&#xA;mereka berdua pun masuk ke apartment seungcheol dan seungcheol langsung buru-buru menuju ke kamar mandi. ia ingin segera melepas penat serta lelahnya. ia ingin tidur cepat untuk menghilangkan kesalnya.&#xA;&#xA;di tengah seungcheol sedang menyalakan shower dan membiarkan air mengguyur seluruh tubuhnya, ia tidak sadar kalau seokmin menyelinap masuk. awalnya seokmin tidak mengira pintu kamar mandi akan terbuka tetapi kini ide nakal muncul di benaknya.&#xA;&#xA;ia berjalan menuju shower box yang terbuat dari kaca dan memperhatikan seungcheol dari luar. bukan pertama kalinya ia dan seungcheol melihat keadaan telanjang keduanya—sudah terlampau sering. mereka tinggal bersama sebagai roommate sudah sejak 2 tahun lalu. jadi melihatnya telanjang begini tentu sudah biasa.&#xA;&#xA;yang tidak biasa adalah rasa yang muncul di sekujur tubuhnya. seungcheol yang akhir-akhir ini sedang giat work out mulai menunjukkan hasilnya. otot di lengan serta tubuhnya mulai membentuk sempurna. membuat seokmin menelan ludahnya dan terkesima. dibanding seungcheol 2 tahun lalu yang badannya biasa saja, seungcheol kini membangkitkan perasaan primal yang ada di dalam diri laki-laki.&#xA;&#xA;seokmin mendorong pintu shower dan berjalan masuk ke dalam. membuat seungcheol sedikit terlonjak kaget. seokmin masuk dengan keadaan sudah telanjang bulat dan tersenyum lebar. ia mendekat ke bawah pancuran air, sedikit menggeser posisi seungcheol. seungcheol pun acuh dan membiarkan yang lebih muda itu mandi bersamanya.&#xA;&#xA;bukan kali pertama mereka mandi bersama. tapi kali ini hawanya berbeda dan mereka berdua tahu itu. seokmin mengambil langkah maju, ingin mengatur suhu airnya agar sesuai kemauannya. seungcheol yang berdiri di depannya terpaksa menunduk agar seokmin bisa melakukan pengaturan. di tengah menekan-nekan tombol keran, seungcheol bisa merasakan sesuatu menyentuh bagian belakangnya berkali-kali. seungcheol menggigit bibir bawahnya, berusaha berdiam diri dan mengabaikannya.&#xA;&#xA;tetapi seokmin sepertinya tidak tinggal diam. ia memajukan lagi badannya hingga penis besarnya menempel pada punggung seungcheol. seungcheol kelepasan mendesahkan “ahh—“ dan membuat seokmin menatapnya.&#xA;&#xA;“sorry, hyung. kerannya susah diatur.”&#xA;&#xA;seungcheol mendelik dan mendorong balik pinggulnya dengan harapan ia memberhentikan kelakuan seokmin.&#xA;&#xA;tindakan yang salah.&#xA;&#xA;seokmin malah memperangkap pinggangnya dan menahannya. kini penisnya berhimpitan persis di sela bokong seungcheol yang padat berisi. seokmin berbisik di telinga yang lebih tua.&#xA;&#xA;“hyung, tadinya gue mau ambil hadiah habis kita mandi. tapi gue berubah pikiran karena lo sendiri yang jahil.”&#xA;&#xA;“apaan sih—“&#xA;&#xA;“lo mau dientot disini?”&#xA;&#xA;seungcheol tidak menyangka perkataan kotor seokmin membuatnya bergidik. seokmin menggesekkan berulang kali bagian bawahnya dengan bokong seungcheol, membuat dirinya tegak sempurna. seungcheol berusaha menahan dirinya namun ia tidak berdaya.&#xA;&#xA;seungcheol menggigit bibirnya dan mengatakan, “iya.”&#xA;&#xA;“iya apa, hyung?”&#xA;&#xA;“iya buruan masukin gue.” pinta seungcheol setengah merintih.&#xA;&#xA;seokmin menyeringai. “gitu dong.”&#xA;&#xA;yang lebih muda pun meludahi jarinya dan membawanya ke depan lubang seungcheol. ia bawa jari tengahnya ke dalam tubuh seungcheol, lalu jari kedua, dan menyusul jari ketiga. seokmin mendorong dan memutar pergelangan tangannya hingga seungcheol menggelinjang. punggungnya melengkung dan tangannya menahan diri di dinding marble agar tidak jatuh.&#xA;&#xA;saat dirasa cukup, seokmin membawa penis tegangnya ke depan lubang seungcheol. ia coba masukkan kepala penisnya dan menggeseknya perlahan kemudian ia tarik lagi. berulang kali hingga seungcheol memohon.&#xA;&#xA;“seok… buruan.”&#xA;&#xA;“hm. kenapa jadi lo yang ngatur?”&#xA;&#xA;“seok— ah please. masukin kontol lo, gue gak tahan—ahhh”&#xA;&#xA;ucapan seungcheol terpotong desahan tak terkendali akibat seokmin yang mendorong masuk tanpa aba-aba. seungcheol tidak dapat menyalahkan seokmin karena memang inilah yang ia inginkan.&#xA;&#xA;seokmin mulai dengan ritme biasa. memasukkan setengah lalu menariknya. masuk lagi lebih dalam kemudian hampir seluruhnya. seokmin mendorong dengan sudut berbeda untuk menemukan titik terdalam seungcheol. seungcheol yang tidak tahan dengan ritme ini menarik pinggul seokmin dan memberi sinyal untuk bergerak lebih cepat. seokmin pun mengerti dan melancarkan aksinya.&#xA;&#xA;“tadi gue keren gak hyung?” seokmin berbisik di telinga seungcheol. ia bisa merasakan seringai kecil di bibir pemuda itu terulas. seungcheol menolak memberinya apa yang ia ingin dengar, mengakibatkan seokmin bergerak lebih kasar dan mendorong ke dalam.&#xA;&#xA;seungcheol hanya merintih sambil memaju-mundurkan pinggulnya mengikuti seokmin yang menghujamnya dari belakang. alhasil suara kepakan kulit terdengar sangat keras mengalahkan suara air shower yang jatuh.&#xA;&#xA;“waktu nindih lo tadi, gue udah ngebayangin ini hyung. ugh— ngebayangin kontol gue masukin lo. nyodok sampe ke dalem. bikin lo nangis kejer sampe nagih.”&#xA;&#xA;seungcheol merasa malu karena apa yang dideskripsikan seokmin adalah yang terjadi pada dirinya sekarang. ia seakan tidak lagi bermartabat di bawah kendali pemuda ini. ia hanya seorang lelaki yang kegunaannya untuk dipakai memuaskan hasrat seokmin.&#xA;&#xA;“gimana, hyung? enak ‘kan hyung? enak disodok kontol gede gue?”&#xA;&#xA;“hngggh, enak, enak banget— ahh, lagi seok. lagi, terus.”&#xA;&#xA;“lo juga enak banget, fuck. udah lama pengen ngentot sama lo hyung. lo seksi, ganteng, badan lo… ah— kekar. anjing, hyung, ketatin lagi di bawah—“&#xA;&#xA;gerakan seokmin semakin tidak beraturan ketika ia merasakan semakin sempitnya lubang seungcheol. ia berusaha menahan agar tidak terlalu kasar tetapi sepertinya seungcheol ingin kebalikannya. ia terus menerus mengetatkan diri dan mendorong pinggulnya ke arah dorongan seokmin seperti tidak ingin berhenti.&#xA;&#xA;“lo paling enak, seok. dalem banget nyodoknya —ah, bentar lagi keluar—“&#xA;&#xA;“keluar pas gue bilang keluar. jangan duluan.”&#xA;&#xA;seungcheol hanya bisa meringis menahan diri. ia harus secara fisik berhenti sejenak karena sebetulnya dia sudah tidak tahan ingin keluar. orgasme yang tertahan menjadi kelemahannya.&#xA;&#xA;sementara itu, seokmin makin melancarkan dorongan pinggulnya hingga ia merasakan cairan precumnya membasahi seluruh dirinya. cairan pekat dan lengket membuat ia semakin menggila. ia ingin segera tuntas di dalam seungcheol.&#xA;&#xA;seokmin pun meraih penis seungcheol yang daritadi tidak mendapat perhatian. ia menaik turunkan tangannya sesuai irama dorongan &#xA;pinggulnya. seungcheol setengah berteriak karena sensitivitasnya sangat tinggi. usahanya menahan orgasme runtuh. ia pun keluar hingga cairan putihnya mengenai dinding kamar mandi dan tangan seokmin sangat banyak.&#xA;&#xA;seokmin melambatkan ritmenya dan mendorong sekali lagi dengan sangat keras dan dalam. seokmin mengerang selama ia mengucurkan cairannya ke dalam seungcheol.&#xA;&#xA;air shower masih mengalir membasahi tubuh mereka. seokmin menarik dirinya dari dalam seungcheol. ia melihat cairan pekatnya menuruni paha seungcheol dan terbilas dengan air.&#xA;&#xA;“lo keluar duluan sebelum gue bilang.”&#xA;&#xA;“seok…”&#xA;&#xA;“abis mandi, siap-siap lagi. kita belum selesai.”]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p><strong>tags</strong>: top!seokmin, bottom!seungcheol, dom/sub undertones, shower sex, rough sex, barebacking, creampie, vulgar language.</p>



<hr>

<p>seungcheol kalah.</p>

<p>itu berarti ia harus rela melakukan apa saja atas kemauan seokmin.</p>

<p>begitulah perjanjian yang ia sepakati dengan yang lebih muda sebelum bertanding jiu jitsu hari ini. seungcheol terlalu merasa over-confident (tabiat seorang leo) sehingga saat ia lengah, seokmin memanfaatkannya dan menindihnya sampai ia tidak bergerak di lantai.</p>

<p>seungcheol kesal. ia sudah lebih dulu berlatih jiu jitsu tetapi tetap kalah dari seokmin yang notabene baru beberapa kali ikut latihan. ia sangat ingin tanding ulang tetapi ia malas dibilang tidak terima kekalahan.</p>

<p>ia pun berjalan gontai menuju kamarnya sebelum sebuah lengan menghadangnya di depan pintu.</p>

<p>“hyung.” seokmin berdiri sambil tersenyum meledek. “gak lupa kan sama perjanjian kita?”</p>

<p>seungcheol hampir memutar bola matanya. “bisa biarin gue masuk dulu gak? masa di koridor gini?”</p>

<p>seokmin terkekeh geli. “gak apa-apa sih kalo itu kink lo— aw! poin 1 lo ya mukul gue.”</p>

<p>“dih, apa lagi.”</p>

<p>“lo kena poin kalo lo berusaha menyakiti gue.”</p>

<p>seungcheol mengerang gusar. “terus lo dari tadi di tempat latihan jiu jitsu udah kena poin berapa, sampe badan gue sakit semua.”</p>

<p>yang lebih muda mendekat hingga jarak muka mereka tinggal sejengkal. “awalnya sakit, lama-lama enak, kok.”</p>

<p>seungcheol terdiam dan menepuk dada seokmin hingga yang muda mengaduh kesakitan. tak lama ia pun tertawa.</p>

<p>“bocah gila.”</p>

<p>mereka berdua pun masuk ke apartment seungcheol dan seungcheol langsung buru-buru menuju ke kamar mandi. ia ingin segera melepas penat serta lelahnya. ia ingin tidur cepat untuk menghilangkan kesalnya.</p>

<p>di tengah seungcheol sedang menyalakan shower dan membiarkan air mengguyur seluruh tubuhnya, ia tidak sadar kalau seokmin menyelinap masuk. awalnya seokmin tidak mengira pintu kamar mandi akan terbuka tetapi kini ide nakal muncul di benaknya.</p>

<p>ia berjalan menuju shower box yang terbuat dari kaca dan memperhatikan seungcheol dari luar. bukan pertama kalinya ia dan seungcheol melihat keadaan telanjang keduanya—sudah terlampau sering. mereka tinggal bersama sebagai roommate sudah sejak 2 tahun lalu. jadi melihatnya telanjang begini tentu sudah biasa.</p>

<p>yang tidak biasa adalah rasa yang muncul di sekujur tubuhnya. seungcheol yang akhir-akhir ini sedang giat work out mulai menunjukkan hasilnya. otot di lengan serta tubuhnya mulai membentuk sempurna. membuat seokmin menelan ludahnya dan terkesima. dibanding seungcheol 2 tahun lalu yang badannya biasa saja, seungcheol kini membangkitkan perasaan primal yang ada di dalam diri laki-laki.</p>

<p>seokmin mendorong pintu shower dan berjalan masuk ke dalam. membuat seungcheol sedikit terlonjak kaget. seokmin masuk dengan keadaan sudah telanjang bulat dan tersenyum lebar. ia mendekat ke bawah pancuran air, sedikit menggeser posisi seungcheol. seungcheol pun acuh dan membiarkan yang lebih muda itu mandi bersamanya.</p>

<p>bukan kali pertama mereka mandi bersama. tapi kali ini hawanya berbeda dan mereka berdua tahu itu. seokmin mengambil langkah maju, ingin mengatur suhu airnya agar sesuai kemauannya. seungcheol yang berdiri di depannya terpaksa menunduk agar seokmin bisa melakukan pengaturan. di tengah menekan-nekan tombol keran, seungcheol bisa merasakan sesuatu menyentuh bagian belakangnya berkali-kali. seungcheol menggigit bibir bawahnya, berusaha berdiam diri dan mengabaikannya.</p>

<p>tetapi seokmin sepertinya tidak tinggal diam. ia memajukan lagi badannya hingga penis besarnya menempel pada punggung seungcheol. seungcheol kelepasan mendesahkan “ahh—“ dan membuat seokmin menatapnya.</p>

<p>“sorry, hyung. kerannya susah diatur.”</p>

<p>seungcheol mendelik dan mendorong balik pinggulnya dengan harapan ia memberhentikan kelakuan seokmin.</p>

<p>tindakan yang salah.</p>

<p>seokmin malah memperangkap pinggangnya dan menahannya. kini penisnya berhimpitan persis di sela bokong seungcheol yang padat berisi. seokmin berbisik di telinga yang lebih tua.</p>

<p>“hyung, tadinya gue mau ambil hadiah habis kita mandi. tapi gue berubah pikiran karena lo sendiri yang jahil.”</p>

<p>“apaan sih—“</p>

<p>“lo mau dientot disini?”</p>

<p>seungcheol tidak menyangka perkataan kotor seokmin membuatnya bergidik. seokmin menggesekkan berulang kali bagian bawahnya dengan bokong seungcheol, membuat dirinya tegak sempurna. seungcheol berusaha menahan dirinya namun ia tidak berdaya.</p>

<p>seungcheol menggigit bibirnya dan mengatakan, “iya.”</p>

<p>“iya apa, hyung?”</p>

<p>“iya buruan masukin gue.” pinta seungcheol setengah merintih.</p>

<p>seokmin menyeringai. “gitu dong.”</p>

<p>yang lebih muda pun meludahi jarinya dan membawanya ke depan lubang seungcheol. ia bawa jari tengahnya ke dalam tubuh seungcheol, lalu jari kedua, dan menyusul jari ketiga. seokmin mendorong dan memutar pergelangan tangannya hingga seungcheol menggelinjang. punggungnya melengkung dan tangannya menahan diri di dinding marble agar tidak jatuh.</p>

<p>saat dirasa cukup, seokmin membawa penis tegangnya ke depan lubang seungcheol. ia coba masukkan kepala penisnya dan menggeseknya perlahan kemudian ia tarik lagi. berulang kali hingga seungcheol memohon.</p>

<p>“seok… buruan.”</p>

<p>“hm. kenapa jadi lo yang ngatur?”</p>

<p>“seok— ah please. masukin kontol lo, gue gak tahan—ahhh”</p>

<p>ucapan seungcheol terpotong desahan tak terkendali akibat seokmin yang mendorong masuk tanpa aba-aba. seungcheol tidak dapat menyalahkan seokmin karena memang inilah yang ia inginkan.</p>

<p>seokmin mulai dengan ritme biasa. memasukkan setengah lalu menariknya. masuk lagi lebih dalam kemudian hampir seluruhnya. seokmin mendorong dengan sudut berbeda untuk menemukan titik terdalam seungcheol. seungcheol yang tidak tahan dengan ritme ini menarik pinggul seokmin dan memberi sinyal untuk bergerak lebih cepat. seokmin pun mengerti dan melancarkan aksinya.</p>

<p>“tadi gue keren gak hyung?” seokmin berbisik di telinga seungcheol. ia bisa merasakan seringai kecil di bibir pemuda itu terulas. seungcheol menolak memberinya apa yang ia ingin dengar, mengakibatkan seokmin bergerak lebih kasar dan mendorong ke dalam.</p>

<p>seungcheol hanya merintih sambil memaju-mundurkan pinggulnya mengikuti seokmin yang menghujamnya dari belakang. alhasil suara kepakan kulit terdengar sangat keras mengalahkan suara air shower yang jatuh.</p>

<p>“waktu nindih lo tadi, gue udah ngebayangin ini hyung. ugh— ngebayangin kontol gue masukin lo. nyodok sampe ke dalem. bikin lo nangis kejer sampe nagih.”</p>

<p>seungcheol merasa malu karena apa yang dideskripsikan seokmin adalah yang terjadi pada dirinya sekarang. ia seakan tidak lagi bermartabat di bawah kendali pemuda ini. ia hanya seorang lelaki yang kegunaannya untuk dipakai memuaskan hasrat seokmin.</p>

<p>“gimana, hyung? enak ‘kan hyung? enak disodok kontol gede gue?”</p>

<p>“hngggh, enak, enak banget— ahh, lagi seok. lagi, terus.”</p>

<p>“lo juga enak banget, fuck. udah lama pengen ngentot sama lo hyung. lo seksi, ganteng, badan lo… ah— kekar. anjing, hyung, ketatin lagi di bawah—“</p>

<p>gerakan seokmin semakin tidak beraturan ketika ia merasakan semakin sempitnya lubang seungcheol. ia berusaha menahan agar tidak terlalu kasar tetapi sepertinya seungcheol ingin kebalikannya. ia terus menerus mengetatkan diri dan mendorong pinggulnya ke arah dorongan seokmin seperti tidak ingin berhenti.</p>

<p>“lo paling enak, seok. dalem banget nyodoknya —ah, bentar lagi keluar—“</p>

<p>“keluar pas gue bilang keluar. jangan duluan.”</p>

<p>seungcheol hanya bisa meringis menahan diri. ia harus secara fisik berhenti sejenak karena sebetulnya dia sudah tidak tahan ingin keluar. orgasme yang tertahan menjadi kelemahannya.</p>

<p>sementara itu, seokmin makin melancarkan dorongan pinggulnya hingga ia merasakan cairan precumnya membasahi seluruh dirinya. cairan pekat dan lengket membuat ia semakin menggila. ia ingin segera tuntas di dalam seungcheol.</p>

<p>seokmin pun meraih penis seungcheol yang daritadi tidak mendapat perhatian. ia menaik turunkan tangannya sesuai irama dorongan
pinggulnya. seungcheol setengah berteriak karena sensitivitasnya sangat tinggi. usahanya menahan orgasme runtuh. ia pun keluar hingga cairan putihnya mengenai dinding kamar mandi dan tangan seokmin sangat banyak.</p>

<p>seokmin melambatkan ritmenya dan mendorong sekali lagi dengan sangat keras dan dalam. seokmin mengerang selama ia mengucurkan cairannya ke dalam seungcheol.</p>

<p>air shower masih mengalir membasahi tubuh mereka. seokmin menarik dirinya dari dalam seungcheol. ia melihat cairan pekatnya menuruni paha seungcheol dan terbilas dengan air.</p>

<p>“lo keluar duluan sebelum gue bilang.”</p>

<p>“seok…”</p>

<p>“abis mandi, siap-siap lagi. kita belum selesai.”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://paper.wf/guchiled/seokcheol-one-shot-after-jiu-jitsu-t2mq</guid>
      <pubDate>Thu, 10 Aug 2023 18:19:19 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>cheolseok nsfw office 🔞</title>
      <link>https://paper.wf/guchiled/cheolseok-nsfw-office</link>
      <description>&lt;![CDATA[tags: office sex, top!seungcheol, bottom!seokmin, blowjobs.&#xA;&#xA;!--more--&#xA;&#xA;--- &#xA;&#xA;“seokmin, kamu dengerin gak sih daritadi saya ngomong apa?”&#xA;&#xA;seokmin terperanjat ketika bosnya itu mendapati ia sedang melamun.&#xA;&#xA;duh mati gue.&#xA;&#xA;seokmin pun menelan ludah. “i-iya pak. tadi itu apa, tentang—“&#xA;&#xA;suara gebrakan file yang dibanting ke atas meja membuat jantung seokmin hampir lepas dari tempatnya. ia yakin sekali bahwa ini lah detik-detik terakhirnya sebelum dipecat. hal terburuk bukanlah pemecatannya, tetapi bagaimana ia malah menilai seungcheol sangat seksi melakukannya.&#xA;&#xA;benar-benar tidak tertolong.&#xA;&#xA;“kamu gak bisa fokus kerja kenapa? sudah saya perhatikan sejak tadi kamu gak ada perhatiannya sama meeting hari ini. project ini penting, seokmin.” ujar seungcheol, frustrasi.&#xA;&#xA;seungcheol memperkerjakan seokmin sudah terhitung satu tahun. selama ini seokmin selalu menunjukkan performa yang bagus. dari semua sekretaris yang telah bekerja dengannya, seokmin adalah sekretaris baru favoritnya. tapi mengapa belakangan ini ia terlihat seperti gampang terdistraksi?&#xA;&#xA;kini seokmin hanya bisa melihat ujung sepatunya. ia tidak berani menatap bosnya yang sedang marah karena takut ia akan semakin memikirkan hal yang tidak-tidak.&#xA;&#xA;“seokmin, lihat saya.”&#xA;&#xA;oh crap.&#xA;&#xA;perlahan ia mendongakkan kepalanya, menemui tatapan yang tajam seperti elang dari pria choi tersebut.&#xA;&#xA;“jelaskan apa yang bikin kamu gak fokus.”&#xA;&#xA;seokmin menghembuskan napas yang sedikit bergetar.&#xA;&#xA;“saya… sejujurnya saya hilang fokus karena…”&#xA;&#xA;“apa?”&#xA;&#xA;“karena bapak.”&#xA;&#xA;hening menyelimuti mereka.&#xA;&#xA;tak lama terdengar suara gelak tawa. seokmin rasanya ingin mengubur dirinya saat itu juga.&#xA;&#xA;“okay. it’s my fault then?”&#xA;&#xA;“eh, tentu bukan pak. sepenuhnya salah saya. maaf.”&#xA;&#xA;“uh huh. dengan maaf begitu aja kamu pikir udah selesai?”&#xA;&#xA;“bapak, mau kasih saya SP? tolong jangan pak. saya mohon. saya janji bakalan lebih baik dari ini. hari ini saya lembur aja gapapa pak.”&#xA;&#xA;seungcheol menyeringai. ia masih duduk di kursinya dan seokmin duduk di sofa yang kira-kira jaraknya 10 kaki dari mejanya. ia kembali memainkan jarinya, menunggu kata-kata final seungcheol yang akan menjadi takdirnya lanjut di perusahaan itu.&#xA;&#xA;“kemari kamu.”&#xA;&#xA;seokmin menurut. ia melangkahkan kakinya mendekat ke arah seungcheol yang tengah duduk dengan kaki dan paha yang terbuka.&#xA;&#xA;duh, bisa gak sih gak usah kayak—&#xA;&#xA;“berlutut di lantai.”&#xA;&#xA;mata seokmin melebar. dia terbata-bata mengucapkan, “m-maksudnya, saya disuruh—?”&#xA;&#xA;“iya. kenapa? gak mau?”&#xA;&#xA;seokmin tidak berani membantah karena salah omong sedikit saja, ia bisa saja dipecat dari pekerjaannya.&#xA;&#xA;“baik, pak.”&#xA;&#xA;sekejap setelah ia berlutut di antara kaki seungcheol yang terbuka, ia ditarik mendekat oleh sang atasan. tangannya mendarat di paha kekar bosnya itu untuk menahan diri agar tidak menabraknya.&#xA;&#xA;“daripada gak fokus terus, mendingan saya ajarin biar kamu fokus. paham?”&#xA;&#xA;seokmin mengangguk meskipun yang otaknya bisa proses hanya sedikit dan bau parfum maskulin semerbak yang memenuhi penciumannya.&#xA;&#xA;“buka ritsleting saya.”&#xA;&#xA;seokmin langsung beraksi seakan kata-kata seungcheol mendorongnya secara fisik untuk bekerja. ia tidak berani mengakui sudah berapa lama ia berfantasi akan bosnya dalam keadaan seperti ini. cukup dirinya dan tangan kirinya yang jadi saksi.&#xA;&#xA;“keluarin. hisap punya saya.”&#xA;&#xA;seokmin mengerjakan apa yang disuruh dengan cekatan. ia langsung mengecup ujung kepunyaan seungcheol sedikit dari ujung, lalu keseluruhan. seorang bos pasti suka kan anak buah yang cepat tanggap?&#xA;&#xA;seokmin mengulum ujung penis itu seperti ia menjilati popsicle di hari yang panas. lidahnya menjalar sepanjang batang keras, menyusuri setiap vena dan menciumi seluruh permukaannya. tidak ada yang terlewat.&#xA;&#xA;ke bawah, ia lebarkan lidahnya menyapu seluruh skrotum seungcheol. ia mengambil salah satunya ke dalam mulut dan memainkannya. sedangkan tangannya yang lain memompa milik seungcheol.&#xA;&#xA;suara lenguhan dari atas membuat seokmin lebih percaya diri akan aksinya. ia percepat gerakan tangan dan membawa keseluruhan seungcheol masuk ke dalam mulutnya. ia berhentj sebentar agar rahangnya menyesuaikan. seungcheol menggeram, menghentikan dirinya untuk tidak mendorong pinggulnya dalam-dalam.&#xA;&#xA;“ahh, shit. hangat banget. your mouth is made for taking cocks, right?”&#xA;&#xA;seokmin menjawabnya dengan menarik diri dan membawa seungcheol semakin dalam di mulutnya. ia bisa merasakan ujung penis seungcheol mencapai pangkal tenggorokannya. ia tahan di sana beberapa detik sebelum ia tarik lagi untuk bernapas.&#xA;&#xA;berulang kali seokmin melakukannya hingga ia bisa merasakan paha seungcheol bergetar di bawah tangannya. suara seungcheol semakin tidak jelas dengan napas yang tidak beraturan. ia pun melepaskan klimaksnya di dalam mulut seokmin yang mau tidak mau ia telan seluruhnya.&#xA;&#xA;keringat terlihat jelas di bagian atas tubuh mereka. seokmin mengambil tisu di atas meja sang boss. ia berkata,&#xA;&#xA;“jadinya saya udah dimaafkan?”&#xA;&#xA;seungcheol terkekeh atas pertanyaannya. “udah mulai bisa fokus lagi, belum?”&#xA;&#xA;seokmin tersenyum kecil. “kalo belum, saya harus diajari lagi dong pak?”&#xA;&#xA;“hmm, pelatihan tambahan gitu ceritanya?”&#xA;&#xA;“anything yang bisa meng-improve kinerja saya.”&#xA;&#xA;“come to my house after work tomorrow, then. we can discuss.”&#xA;&#xA;“yes, sir.”]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p><strong>tags</strong>: office sex, top!seungcheol, bottom!seokmin, blowjobs.</p>



<hr>

<p>“seokmin, kamu dengerin gak sih daritadi saya ngomong apa?”</p>

<p>seokmin terperanjat ketika bosnya itu mendapati ia sedang melamun.</p>

<p><em>duh mati gue.</em></p>

<p>seokmin pun menelan ludah. “i-iya pak. tadi itu apa, tentang—“</p>

<p>suara gebrakan file yang dibanting ke atas meja membuat jantung seokmin hampir lepas dari tempatnya. ia yakin sekali bahwa ini lah detik-detik terakhirnya sebelum dipecat. hal terburuk bukanlah pemecatannya, tetapi bagaimana ia malah menilai seungcheol sangat seksi melakukannya.</p>

<p><em>benar-benar tidak tertolong.</em></p>

<p>“kamu gak bisa fokus kerja kenapa? sudah saya perhatikan sejak tadi kamu gak ada perhatiannya sama meeting hari ini. project ini penting, seokmin.” ujar seungcheol, frustrasi.</p>

<p>seungcheol memperkerjakan seokmin sudah terhitung satu tahun. selama ini seokmin selalu menunjukkan performa yang bagus. dari semua sekretaris yang telah bekerja dengannya, seokmin adalah sekretaris baru favoritnya. tapi mengapa belakangan ini ia terlihat seperti gampang terdistraksi?</p>

<p>kini seokmin hanya bisa melihat ujung sepatunya. ia tidak berani menatap bosnya yang sedang marah karena takut ia akan semakin memikirkan hal yang tidak-tidak.</p>

<p>“seokmin, lihat saya.”</p>

<p><em>oh crap.</em></p>

<p>perlahan ia mendongakkan kepalanya, menemui tatapan yang tajam seperti elang dari pria choi tersebut.</p>

<p>“jelaskan apa yang bikin kamu gak fokus.”</p>

<p>seokmin menghembuskan napas yang sedikit bergetar.</p>

<p>“saya… sejujurnya saya hilang fokus karena…”</p>

<p>“apa?”</p>

<p>“karena bapak.”</p>

<p>hening menyelimuti mereka.</p>

<p>tak lama terdengar suara gelak tawa. seokmin rasanya ingin mengubur dirinya saat itu juga.</p>

<p>“okay. it’s my fault then?”</p>

<p>“eh, tentu bukan pak. sepenuhnya salah saya. maaf.”</p>

<p>“uh huh. dengan maaf begitu aja kamu pikir udah selesai?”</p>

<p>“bapak, mau kasih saya SP? tolong jangan pak. saya mohon. saya janji bakalan lebih baik dari ini. hari ini saya lembur aja gapapa pak.”</p>

<p>seungcheol menyeringai. ia masih duduk di kursinya dan seokmin duduk di sofa yang kira-kira jaraknya 10 kaki dari mejanya. ia kembali memainkan jarinya, menunggu kata-kata final seungcheol yang akan menjadi takdirnya lanjut di perusahaan itu.</p>

<p>“kemari kamu.”</p>

<p>seokmin menurut. ia melangkahkan kakinya mendekat ke arah seungcheol yang tengah duduk dengan kaki dan paha yang terbuka.</p>

<p><em>duh, bisa gak sih gak usah kayak—</em></p>

<p>“berlutut di lantai.”</p>

<p>mata seokmin melebar. dia terbata-bata mengucapkan, “m-maksudnya, saya disuruh—?”</p>

<p>“iya. kenapa? gak mau?”</p>

<p>seokmin tidak berani membantah karena salah omong sedikit saja, ia bisa saja dipecat dari pekerjaannya.</p>

<p>“baik, pak.”</p>

<p>sekejap setelah ia berlutut di antara kaki seungcheol yang terbuka, ia ditarik mendekat oleh sang atasan. tangannya mendarat di paha kekar bosnya itu untuk menahan diri agar tidak menabraknya.</p>

<p>“daripada gak fokus terus, mendingan saya ajarin biar kamu fokus. paham?”</p>

<p>seokmin mengangguk meskipun yang otaknya bisa proses hanya sedikit dan bau parfum maskulin semerbak yang memenuhi penciumannya.</p>

<p>“buka ritsleting saya.”</p>

<p>seokmin langsung beraksi seakan kata-kata seungcheol mendorongnya secara fisik untuk bekerja. ia tidak berani mengakui sudah berapa lama ia berfantasi akan bosnya dalam keadaan seperti ini. cukup dirinya dan tangan kirinya yang jadi saksi.</p>

<p>“keluarin. hisap punya saya.”</p>

<p>seokmin mengerjakan apa yang disuruh dengan cekatan. ia langsung mengecup ujung kepunyaan seungcheol sedikit dari ujung, lalu keseluruhan. seorang bos pasti suka kan anak buah yang cepat tanggap?</p>

<p>seokmin mengulum ujung penis itu seperti ia menjilati popsicle di hari yang panas. lidahnya menjalar sepanjang batang keras, menyusuri setiap vena dan menciumi seluruh permukaannya. tidak ada yang terlewat.</p>

<p>ke bawah, ia lebarkan lidahnya menyapu seluruh skrotum seungcheol. ia mengambil salah satunya ke dalam mulut dan memainkannya. sedangkan tangannya yang lain memompa milik seungcheol.</p>

<p>suara lenguhan dari atas membuat seokmin lebih percaya diri akan aksinya. ia percepat gerakan tangan dan membawa keseluruhan seungcheol masuk ke dalam mulutnya. ia berhentj sebentar agar rahangnya menyesuaikan. seungcheol menggeram, menghentikan dirinya untuk tidak mendorong pinggulnya dalam-dalam.</p>

<p>“ahh, shit. hangat banget. your mouth is made for taking cocks, right?”</p>

<p>seokmin menjawabnya dengan menarik diri dan membawa seungcheol semakin dalam di mulutnya. ia bisa merasakan ujung penis seungcheol mencapai pangkal tenggorokannya. ia tahan di sana beberapa detik sebelum ia tarik lagi untuk bernapas.</p>

<p>berulang kali seokmin melakukannya hingga ia bisa merasakan paha seungcheol bergetar di bawah tangannya. suara seungcheol semakin tidak jelas dengan napas yang tidak beraturan. ia pun melepaskan klimaksnya di dalam mulut seokmin yang mau tidak mau ia telan seluruhnya.</p>

<p>keringat terlihat jelas di bagian atas tubuh mereka. seokmin mengambil tisu di atas meja sang boss. ia berkata,</p>

<p>“jadinya saya udah dimaafkan?”</p>

<p>seungcheol terkekeh atas pertanyaannya. “udah mulai bisa fokus lagi, belum?”</p>

<p>seokmin tersenyum kecil. “kalo belum, saya harus diajari lagi dong pak?”</p>

<p>“hmm, pelatihan tambahan gitu ceritanya?”</p>

<p>“anything yang bisa meng-improve kinerja saya.”</p>

<p>“come to my house after work tomorrow, then. we can discuss.”</p>

<p>“yes, sir.”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://paper.wf/guchiled/cheolseok-nsfw-office</guid>
      <pubDate>Mon, 16 Jan 2023 11:04:34 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>gyuhao dry hump 🔞</title>
      <link>https://paper.wf/guchiled/gyuhao-dry-hump</link>
      <description>&lt;![CDATA[tags: dry hump, coming in pants&#xA;&#xA;!--more--&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;“aku pulaaaang!”&#xA;&#xA;minghao yang sedang fokus membaca buku di atas sofa menoleh ketika mingyu mengumumkan kehadirannya. ia baru saja sampai di apartment minghao dan berniat untuk menghabiskan waktu dengannya—ya, singkatnya sih pacaran di rumah.&#xA;&#xA;kekasihnya yang berukuran lebih besar darinya itu langsung menindihnya dan menghujaninya dengan ciuman di seluruh wajahnya, membuat minghao mengerang. “ughh, gyu. berat.”&#xA;&#xA;mingyu hanya menyengir lebar dan tertawa. “hehe, maaf. lagian aku dateng gak disambut.”&#xA;&#xA;“disambut apa disambit—umph”&#xA;&#xA;minghao tidak sempat menyelesaikan ucapannya sebelum bibirnya diserang oleh kekasihnya itu. posisi minghao yang semula duduk kini menjadi berbaring dan buku yang ia baca berhasil disingkirkan begitu saja oleh mingyu. mingyu mencium dalam-dalam hingga ia kehabisan napas. ia jilat sekali lagi bibir bawah minghao sebelum ia benar-benar melepaskan tautan mereka.&#xA;&#xA;“tega bener pacarnya mau disambit. sambit pake cinta baru boleh.”&#xA;&#xA;minghao tersenyum. ia pun menyambut lagi bibir mingyu dan melanjutkan percumbuan mereka. tangannya meraba tengkuk mingyu dan menyusuri rambut belakangnya. sesekali mingyu mendesah nikmat saat minghao menarik rambutnya dengan tepat. ia tanpa sadar mendorong pinggulnya ke arah pusat minghao.&#xA;&#xA;minghao menanggapinya dengan erangan yang lebih keras. mulutnya terbuka dan mingyu tidak segan memasukkan lidahnya, membuat ciuman semakin liar dan berantakan. mingyu mengulangi lagi untuk mendorong pelvisnya beradu dengan minghao. mereka bisa merasakan kerasnya diri mereka masing-masing. sweatpants yang dikenakan mingyu serta celana tidur pendek yang dikenakan minghao membuat mereka tidak bisa menyembunyikannya.&#xA;&#xA;“gak mau lepas aja?” minghao menawarkan untuk menyelamatkan kedua celana mereka.&#xA;&#xA;mingyu menggeleng. bagi mingyu, dryhumping adalah sesuatu yang sangat seksi. seperti mereka tidak cukup waktu untuk melepas pakaian sebelum nafsu merajai tubuh mereka. mingyu suka akan hal itu. dan ia punya misi untuk menyelesaikannya&#xA;&#xA;“come, hao. show me if it feels good.”&#xA;&#xA;minghao yang hanya sejengkal lagi dari pelepasan, langsung menyerah ketika ia mendengar kata-kata mingyu. ia mengeluarkan desah dan rentetan kata umpatan dalam mandarin serta nama mingyu. mingyu pun menikmatinya dan tidak lama ia juga melepaskan klimaksnya dalam keadaan masih berpakaian utuh.&#xA;&#xA;“gyu—ah, jadi kotor.” minghao merengut. mingyu pun terkekeh sambil memperlihatkan gigi taringnya.&#xA;&#xA;“gapapa. bisa beli lagi.”&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p><strong>tags</strong>: dry hump, coming in pants</p>



<hr>

<p>“aku pulaaaang!”</p>

<p>minghao yang sedang fokus membaca buku di atas sofa menoleh ketika mingyu mengumumkan kehadirannya. ia baru saja sampai di apartment minghao dan berniat untuk menghabiskan waktu dengannya—ya, singkatnya sih pacaran di rumah.</p>

<p>kekasihnya yang berukuran lebih besar darinya itu langsung menindihnya dan menghujaninya dengan ciuman di seluruh wajahnya, membuat minghao mengerang. “ughh, gyu. berat.”</p>

<p>mingyu hanya menyengir lebar dan tertawa. “hehe, maaf. lagian aku dateng gak disambut.”</p>

<p>“disambut apa disambit—umph”</p>

<p>minghao tidak sempat menyelesaikan ucapannya sebelum bibirnya diserang oleh kekasihnya itu. posisi minghao yang semula duduk kini menjadi berbaring dan buku yang ia baca berhasil disingkirkan begitu saja oleh mingyu. mingyu mencium dalam-dalam hingga ia kehabisan napas. ia jilat sekali lagi bibir bawah minghao sebelum ia benar-benar melepaskan tautan mereka.</p>

<p>“tega bener pacarnya mau disambit. sambit pake cinta baru boleh.”</p>

<p>minghao tersenyum. ia pun menyambut lagi bibir mingyu dan melanjutkan percumbuan mereka. tangannya meraba tengkuk mingyu dan menyusuri rambut belakangnya. sesekali mingyu mendesah nikmat saat minghao menarik rambutnya dengan tepat. ia tanpa sadar mendorong pinggulnya ke arah pusat minghao.</p>

<p>minghao menanggapinya dengan erangan yang lebih keras. mulutnya terbuka dan mingyu tidak segan memasukkan lidahnya, membuat ciuman semakin liar dan berantakan. mingyu mengulangi lagi untuk mendorong pelvisnya beradu dengan minghao. mereka bisa merasakan kerasnya diri mereka masing-masing. sweatpants yang dikenakan mingyu serta celana tidur pendek yang dikenakan minghao membuat mereka tidak bisa menyembunyikannya.</p>

<p>“gak mau lepas aja?” minghao menawarkan untuk menyelamatkan kedua celana mereka.</p>

<p>mingyu menggeleng. bagi mingyu, dryhumping adalah sesuatu yang sangat <em>seksi</em>. seperti mereka tidak cukup waktu untuk melepas pakaian sebelum nafsu merajai tubuh mereka. mingyu <em>suka</em> akan hal itu. dan ia punya misi untuk menyelesaikannya</p>

<p>“come, hao. show me if it feels good.”</p>

<p>minghao yang hanya sejengkal lagi dari pelepasan, langsung menyerah ketika ia mendengar kata-kata mingyu. ia mengeluarkan desah dan rentetan kata umpatan dalam mandarin serta nama mingyu. mingyu pun menikmatinya dan tidak lama ia juga melepaskan klimaksnya dalam keadaan masih berpakaian utuh.</p>

<p>“gyu—ah, jadi kotor.” minghao merengut. mingyu pun terkekeh sambil memperlihatkan gigi taringnya.</p>

<p>“gapapa. bisa beli lagi.”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://paper.wf/guchiled/gyuhao-dry-hump</guid>
      <pubDate>Sun, 25 Dec 2022 14:49:28 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>seokgyu request 🔞</title>
      <link>https://paper.wf/guchiled/seokgyu-request</link>
      <description>&lt;![CDATA[tags: handjobs&#xA;&#xA;!--more--&#xA;&#xA;--- &#xA;&#xA;udara dingin merasuki setiap celah kamar, menurunkan suhu yang sudah dingin akibat pendingin ruangan. sepasang kekasih yang sedang bergumul di bawah comforter itu pun masih merasa kedinginan, terutama seokmin yang memang tidak tahan dingin.&#xA;&#xA;“gyu… matiin ac-nya.” pinta seokmin kepada mingyu setengah terbangun.&#xA;&#xA;yang dipanggil hanya mengerang tidak jelas hingga seokmin bertanya lagi. “ngomong apa sih?”&#xA;&#xA;“mana remote-nya aku gak tau.” jelas mingyu.&#xA;&#xA;“lah tadi kamu lempar kemana.”&#xA;&#xA;“kok nyalahin aku.”&#xA;&#xA;“ermmm, cari ah. dingin banget ini.”&#xA;&#xA;mingyu meraba sekenanya ke sekitarnya dan menyerah karena rasa malas yang lebih besar. sebuah ide nakal pun muncul di benaknya. ia menyentuh paha kekasihnya dan mengusapnya perlahan, mencubit kecil bagian dalam paha itu sampai si empunya mengerang.&#xA;&#xA;“mau ngapain sih, gyu.”&#xA;&#xA;“aku punya cara lain biar tetep hangat.”&#xA;&#xA;“apaaa—oh, shit. kim mingyu—“&#xA;&#xA;tangan mingyu merangsek masuk ke dalam celana tidur seokmin dan menggenggam erat kemaluannya. karena terlalu kering, mingyu mengeluarkan tangannya sebentar untuk membalurnya dengan saliva sebelum kemudian melanjutkan lagi.&#xA;&#xA;seokmin tidak berhenti meracau kenikmatan. pinggulnya mengikuti arah gerak tangan mingyu sedangkan tangannya sendiri mencengkram bisep mingyu yang besar itu.&#xA;&#xA;“ahh, gyu. dikit lagi keluar.” desahnya.&#xA;&#xA;mingyu mempercepat gerakan tangannya, sesekali memutar dan memijat balls seokmin hingga ia menggelinjang. tak jarang jarinya mengelus hingga ke belahan bokong seokmin dan kembali lagi ke bagian depannya. mingyu dengan lihai mengurut dan meremas seokmin hingga ia mengeluarkan cairannya.&#xA;&#xA;mingyu tersenyum puas saat ia melihat reaksi seokmin yang kehabisan napas. ia mengelap tangannya dengan tisu yang ia ambil dari nakas. ia menyisakan sedikit untuk ia jilat sambil memperlihatkannya pada seokmin. kekasihnya itu hanya tertawa.&#xA;&#xA;“dah gak dingin kan? tidur lagi yuk.”]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p><strong>tags</strong>: handjobs</p>



<hr>

<p>udara dingin merasuki setiap celah kamar, menurunkan suhu yang sudah dingin akibat pendingin ruangan. sepasang kekasih yang sedang bergumul di bawah comforter itu pun masih merasa kedinginan, terutama seokmin yang memang tidak tahan dingin.</p>

<p>“gyu… matiin ac-nya.” pinta seokmin kepada mingyu setengah terbangun.</p>

<p>yang dipanggil hanya mengerang tidak jelas hingga seokmin bertanya lagi. “ngomong apa sih?”</p>

<p>“mana remote-nya aku gak tau.” jelas mingyu.</p>

<p>“lah tadi kamu lempar kemana.”</p>

<p>“kok nyalahin aku.”</p>

<p>“ermmm, cari ah. dingin banget ini.”</p>

<p>mingyu meraba sekenanya ke sekitarnya dan menyerah karena rasa malas yang lebih besar. sebuah ide nakal pun muncul di benaknya. ia menyentuh paha kekasihnya dan mengusapnya perlahan, mencubit kecil bagian dalam paha itu sampai si empunya mengerang.</p>

<p>“mau ngapain sih, gyu.”</p>

<p>“aku punya cara lain biar tetep hangat.”</p>

<p>“apaaa—oh, shit. kim mingyu—“</p>

<p>tangan mingyu merangsek masuk ke dalam celana tidur seokmin dan menggenggam erat kemaluannya. karena terlalu kering, mingyu mengeluarkan tangannya sebentar untuk membalurnya dengan saliva sebelum kemudian melanjutkan lagi.</p>

<p>seokmin tidak berhenti meracau kenikmatan. pinggulnya mengikuti arah gerak tangan mingyu sedangkan tangannya sendiri mencengkram bisep mingyu yang besar itu.</p>

<p>“ahh, gyu. dikit lagi keluar.” desahnya.</p>

<p>mingyu mempercepat gerakan tangannya, sesekali memutar dan memijat <em>balls</em> seokmin hingga ia menggelinjang. tak jarang jarinya mengelus hingga ke belahan bokong seokmin dan kembali lagi ke bagian depannya. mingyu dengan lihai mengurut dan meremas seokmin hingga ia mengeluarkan cairannya.</p>

<p>mingyu tersenyum puas saat ia melihat reaksi seokmin yang kehabisan napas. ia mengelap tangannya dengan tisu yang ia ambil dari nakas. ia menyisakan sedikit untuk ia jilat sambil memperlihatkannya pada seokmin. kekasihnya itu hanya tertawa.</p>

<p>“dah gak dingin kan? tidur lagi yuk.”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://paper.wf/guchiled/seokgyu-request</guid>
      <pubDate>Sun, 18 Dec 2022 16:09:17 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>seokhan nsfw one shot 🔞</title>
      <link>https://paper.wf/guchiled/seokhan-nsfw-one-shot</link>
      <description>&lt;![CDATA[tags: barebacking, creampie, cockwarming, dirty talk.&#xA;&#xA;!--more--&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;seokmin is a little handsy tonight.&#xA;&#xA;semenjak dia menapakkan kaki di apartment yang mereka tinggali dan mencium jeonghan tepat di dahi sebagai ucapan selamat datangnya, ia tidak berhenti memegang atau sekadar kontak fisik dengan kekasihnya itu. jeonghan sendiri tidak keberatan, tetapi ia tetap merasa ada yang beda dengan seokmin hari ini.&#xA;&#xA;“seok, lagi kenapa sih kamu?” tanya jeonghan saat mereka berbaring dan berangkulan di kasur sambil melihat acara talk show malam di tv. tangan seokmin yang tengah mengusap perut rata jeonghan tiba-tiba berhenti lalu ia tersenyum lucu.&#xA;&#xA;“lagi pengen pegang-pegang kamu. emang gak boleh?”&#xA;&#xA;“bahasanya ih. ya tau pegang-pegang tapi kayaknya kamu lebih dari biasanya.”&#xA;&#xA;“lebih apa?”&#xA;&#xA;“ya gitu.”&#xA;&#xA;jemari seokmin perlahan meraba puting lelaki yang lebih tua dan memuntirnya. “tuh kan.”&#xA;&#xA;“apanya tuhkan, jeonghan… tuh kan kamu suka.”&#xA;&#xA;seokmin mengendusi panjang leher jeonghan dan menghirup aroma tubuhnya yang familiar. campuran antara sabun mandi yang segar, cologne, serta wangi badan alami yang seokmin sudah sangat kenali. hal itu membangkitkan jiwanya dan memberinya kepercayaan diri untuk membalikkan tubuh jeonghan dari yang membelakanginya.&#xA;&#xA;seokmin tidak buang waktu dan segera menurunkan celana tidur jeonghan dan dirinya. ia menggesekkan miliknya tepat di atas penis jeonghan yang masih setengah keras. setelah beberapa gesekan dan lenguhan, seokmin dibantu tangannya mengocok kepunyaan mereka berdua. ia berangsur memperlambat gerakannya untuk menambahkan sensasi. jeonghan merintih, meminta lebih.&#xA;&#xA;“seokmin, jangan bikin kesel.” ujar jeonghan datar.&#xA;&#xA;seokmin terkekeh kecil. ia menghentikan aksinya memainkan kedua penis mereka untuk menggoda jeonghan.&#xA;&#xA;“kenapa sih, emang? aku kan mau kenalan dulu—ow, sakit.” seokmin mengaduh ketika kekasihnya itu mencubit lengannya yang kekar.&#xA;&#xA;“aneh-aneh aja lagian kamu.”&#xA;&#xA;“malu ya? gak apa-apa. junior kamu lucu kok. gemes…” seokmin mendekatkan bibirnya ke telinga si yang berambut panjang. “kecil, lucu, kalo udah sange negak sendiri. pas banget buat dilahap.”&#xA;&#xA;jeonghan mengangkat pinggulnya sebagai respon. “seok…”&#xA;&#xA;“hm? mau dilahap atau mau ngelahap?”&#xA;&#xA;“kamu a—aku mau kamu.”&#xA;&#xA;“aku masukin aja deh ya? kelamaan kalo blowjob.”&#xA;&#xA;tanpa menunggu persetujuan verbal, seokmin langsung mendorong masuk. kaget dengan intrusi tiba-tiba, jeonghan berteriak kencang hingga mungkin satu lantai apartmentnya bisa mendengar.&#xA;&#xA;“sssh, we don’t want your neighbor coming knocking at the door and filing noise complaint, do we?”&#xA;&#xA;jeonghan menggeleng sambil menatap ke atas. ia ingin sekali berteriak akibat nikmat yang ia rasakan. tapi terhenti karena seokmin langsung membangun irama cepat dalam menggempurnya.&#xA;&#xA;suara lenguhan dan desahan memenuhi indera pendengaran kedua insan yang sedang memadu cinta. peluh keringat dan cairan lengket tanda perpaduan manis antara tubuh mereka menjadi saksi akan panasnya malam itu. peraduan kulit terdengar nyaring beraturan seperti staccato.&#xA;&#xA;seokmin masih memberikan dorongan kuat kepada pria di bawahnya terus-menerus. ia ayunkan pinggulnya dengan kencang hingga pantat mulus jeonghan menempel erat dengan pelvisnya. ia sesekali melihat ke bawah untuk menyaksikan dirinya masuk keluar lubang surgawi itu. &#xA;&#xA;“seok, seok… uhhh” jeonghan merintih.&#xA;&#xA;“dikit lagi, sayang. tahan oke?”&#xA;&#xA;tidak mendengar jawaban, seokmin melambatkan ritmenya dan mendorong kuat sekali lagi. “iya, iya. udah selesain aku—“&#xA;&#xA;“of course i will babe.”&#xA;&#xA;hanya butuh beberapa dorongan hingga seokmin menyemburkan cairan hangat di dalam jeonghan dengan sangat banyak. mereka berdua terlarut dalam kemabukan seks.&#xA;&#xA;seokmin masih mengatur napasnya saat jeonghan mengerang. “udahan, seok.”&#xA;&#xA;seokmin menggeleng keras dan memeluk pinggang jeonghan lebih erat lagi.&#xA;&#xA;“nanti dulu. biarin di dalem dulu.”&#xA;&#xA;“lengket tau ah.”&#xA;&#xA;seokmin merendahkan dirinya untuk berbisik di telinga jeonghan. “it’s alright. lebih enak lagi sensasinya.” seokmin menyeringai.&#xA;&#xA;jeonghan memutar matanya, malas mengakui kalau ia diam-diam juga menikmati kehangatan yang seokmin (and his dick) berikan.]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p><strong>tags</strong>: barebacking, creampie, cockwarming, dirty talk.</p>



<hr>

<p>seokmin is a little handsy tonight.</p>

<p>semenjak dia menapakkan kaki di apartment yang mereka tinggali dan mencium jeonghan tepat di dahi sebagai ucapan selamat datangnya, ia tidak berhenti memegang atau sekadar kontak fisik dengan kekasihnya itu. jeonghan sendiri tidak keberatan, tetapi ia tetap merasa ada yang beda dengan seokmin hari ini.</p>

<p>“seok, lagi kenapa sih kamu?” tanya jeonghan saat mereka berbaring dan berangkulan di kasur sambil melihat acara talk show malam di tv. tangan seokmin yang tengah mengusap perut rata jeonghan tiba-tiba berhenti lalu ia tersenyum lucu.</p>

<p>“lagi pengen pegang-pegang kamu. emang gak boleh?”</p>

<p>“bahasanya ih. ya tau pegang-pegang tapi kayaknya kamu lebih dari biasanya.”</p>

<p>“lebih apa?”</p>

<p>“ya gitu.”</p>

<p>jemari seokmin perlahan meraba puting lelaki yang lebih tua dan memuntirnya. “tuh kan.”</p>

<p>“apanya tuhkan, jeonghan… tuh kan kamu suka.”</p>

<p>seokmin mengendusi panjang leher jeonghan dan menghirup aroma tubuhnya yang familiar. campuran antara sabun mandi yang segar, cologne, serta wangi badan alami yang seokmin sudah sangat kenali. hal itu membangkitkan jiwanya dan memberinya kepercayaan diri untuk membalikkan tubuh jeonghan dari yang membelakanginya.</p>

<p>seokmin tidak buang waktu dan segera menurunkan celana tidur jeonghan dan dirinya. ia menggesekkan miliknya tepat di atas penis jeonghan yang masih setengah keras. setelah beberapa gesekan dan lenguhan, seokmin dibantu tangannya mengocok kepunyaan mereka berdua. ia berangsur memperlambat gerakannya untuk menambahkan sensasi. jeonghan merintih, meminta lebih.</p>

<p>“seokmin, jangan bikin kesel.” ujar jeonghan datar.</p>

<p>seokmin terkekeh kecil. ia menghentikan aksinya memainkan kedua penis mereka untuk menggoda jeonghan.</p>

<p>“kenapa sih, emang? aku kan mau kenalan dulu—ow, sakit.” seokmin mengaduh ketika kekasihnya itu mencubit lengannya yang kekar.</p>

<p>“aneh-aneh aja lagian kamu.”</p>

<p>“malu ya? gak apa-apa. junior kamu lucu kok. gemes…” seokmin mendekatkan bibirnya ke telinga si yang berambut panjang. “kecil, lucu, kalo udah sange negak sendiri. pas banget buat dilahap.”</p>

<p>jeonghan mengangkat pinggulnya sebagai respon. “seok…”</p>

<p>“hm? mau dilahap atau mau ngelahap?”</p>

<p>“kamu a—aku mau kamu.”</p>

<p>“aku masukin aja deh ya? kelamaan kalo blowjob.”</p>

<p>tanpa menunggu persetujuan verbal, seokmin langsung mendorong masuk. kaget dengan intrusi tiba-tiba, jeonghan berteriak kencang hingga mungkin satu lantai apartmentnya bisa mendengar.</p>

<p>“sssh, we don’t want your neighbor coming knocking at the door and filing noise complaint, do we?”</p>

<p>jeonghan menggeleng sambil menatap ke atas. ia ingin sekali berteriak akibat nikmat yang ia rasakan. tapi terhenti karena seokmin langsung membangun irama cepat dalam menggempurnya.</p>

<p>suara lenguhan dan desahan memenuhi indera pendengaran kedua insan yang sedang memadu cinta. peluh keringat dan cairan lengket tanda perpaduan manis antara tubuh mereka menjadi saksi akan panasnya malam itu. peraduan kulit terdengar nyaring beraturan seperti staccato.</p>

<p>seokmin masih memberikan dorongan kuat kepada pria di bawahnya terus-menerus. ia ayunkan pinggulnya dengan kencang hingga pantat mulus jeonghan menempel erat dengan pelvisnya. ia sesekali melihat ke bawah untuk menyaksikan dirinya masuk keluar lubang surgawi itu.</p>

<p>“seok, seok… uhhh” jeonghan merintih.</p>

<p>“dikit lagi, sayang. tahan oke?”</p>

<p>tidak mendengar jawaban, seokmin melambatkan ritmenya dan mendorong kuat sekali lagi. “iya, iya. udah selesain aku—“</p>

<p>“of course i will babe.”</p>

<p>hanya butuh beberapa dorongan hingga seokmin menyemburkan cairan hangat di dalam jeonghan dengan sangat banyak. mereka berdua terlarut dalam kemabukan seks.</p>

<p>seokmin masih mengatur napasnya saat jeonghan mengerang. “udahan, seok.”</p>

<p>seokmin menggeleng keras dan memeluk pinggang jeonghan lebih erat lagi.</p>

<p>“nanti dulu. biarin di dalem dulu.”</p>

<p>“lengket tau ah.”</p>

<p>seokmin merendahkan dirinya untuk berbisik di telinga jeonghan. “it’s alright. lebih enak lagi sensasinya.” seokmin menyeringai.</p>

<p>jeonghan memutar matanya, malas mengakui kalau ia diam-diam juga menikmati kehangatan yang seokmin (and his dick) berikan.</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://paper.wf/guchiled/seokhan-nsfw-one-shot</guid>
      <pubDate>Sat, 03 Dec 2022 15:15:32 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>cheolhao a/b/o 🔞</title>
      <link>https://paper.wf/guchiled/cheolhao-abo</link>
      <description>&lt;![CDATA[tags: a/b/overse, alpha!seungcheol, omega!minghao, crying during sex, overstimulation&#xA;&#xA;!--more--&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;suppressant yang sama sekali tidak manjur! padahal merk itu punya harga yang lumayan mahal. minghao menyesal telah membelinya.&#xA;&#xA;minghao mencoba menahan sakit yang teramat sangat di sekujur tubuhnya. tulang dan sendinya terasa nyeri, kepalanya berdenyut kencang. kata dokter, efek obat baru akan bekerja 3 jam setelah diminum. jadi saat sakitnya heat menyerang sebelum obat itu bekerja, ia lebih baik istirahat.&#xA;&#xA;baru saja ia akan istirahat, tiba-tiba ponselnya berdering—pertanda pesan masuk.&#xA;&#xA;dengan setengah hati ia membaca pesan itu dan matanya pun terbelalak.&#xA;&#xA;“ini alpha ganteng yang tadi berarti?” ucapnya baru menyadari.&#xA;&#xA;dengan cepat ia ketikkan balasan. percakapan mengalir hingga tiba sang alpha itu menyinggung soal second gender dan minghao merasa terhina.&#xA;&#xA;“rasain tuh alpha songong.”&#xA;&#xA;minghao pun mengisi daya baterai handphonenya sebelum memutuskan untuk tidur. baru saja ia akan terlelap, suara ketukan pintu terdengar. minghao langsung siaga. ia mengendap menuju ke arah pintu kamarnya. sesaat ia menyiapkan diri untuk membuka pintu.&#xA;&#xA;dan benar saja. seungcheol berdiri di hadapannya dengan ekspresi yang tidak terbaca.&#xA;&#xA;“minghao.”&#xA;&#xA;“a-ada apa ya mas? saya udah mau tidur.” ujar minghao, berharap seungcheol bisa menangkap sinyalnya dan segera pergi.&#xA;&#xA;tapi, minghao tidak bisa memungkiri keberadaan alpha di dekatnya sedikit meredakan rasa sakitnya. serta menumbuhkan rasa ingin dalam dirinya. ditambah dengan wangi feromon musk yang kuat dari sang alpha setiap ia bernapas—minghao layaknya diberi aliran udara langsung darinya.&#xA;&#xA;“sorry. saya cuma pengen mastiin keadaan kamu aja.” seungcheol menatap minghao di matanya. “boleh masuk?”&#xA;&#xA;obat dari dokter masih belum menampakkan hasil kerjanya karena minghao dengan mudahnya membiarkan omega dalam dirinya mengambil alih otaknya.&#xA;&#xA;ia mundur perlahan dan membiarkan seungcheol masuk ke teritorinya. minghao terus mundur hingga punggungnya menabrak tembok dan seungcheol berdiri mengungkungnya.&#xA;&#xA;“i have promised jeonghan to take care of you. would you let me…” seungcheol membisikkan kata itu pada pertemuan rahang dan leher pria yang lebih muda. “omega?”&#xA;&#xA;kaki minghao terasa seperti jeli. ia meraih kedua bahu seungcheol sebagai tumpuan. ia mengangguk. “yes, alpha. tolong. it hurts…”&#xA;&#xA;seungcheol mengerang dan mengendusi pheromone glands minghao. “you’re so sweet. i’ll take care of you.” ia pun menjilat titik itu hingga ke belakang telinga minghao, membuatnya semakin mengeraskan cengkraman pada bahu seungcheol.&#xA;&#xA;seungcheol menuntun tubuh omega yang telah kepayang itu. ia membantunya melepaskan baju yang telah basah oleh peluh dan keringat. berikut juga celana tidur serta boxer dan bajunya sendiri. semerbak bau fluida tubuh omega menghantam penciumannya hampir membuatnya sesak. ia tidak buang waktu dan langsung merendahkan tubuhnya ke sumber wangi itu. ia julurkan lidahnya untuk merasakan minghao yang telah membuatnya hampir gila sejak ia membantunya di klinik tadi.&#xA;&#xA;seungcheol tahu ia harusnya mempunyai self-control. tetapi, mengingat ia pun sudah tidak melakukan seks selama berbulan-bulan, ia tidak bisa menahannya lagi. ditambah minghao adalah omega cantik yang unmated. alpha mana yang akan bisa menahan diri.&#xA;&#xA;jeonghan pun memberinya mandat untuk menjaga minghao. meski ia tidak memberitahunya dengan jelas, toh ini juga bisa dijadikan alasan bukan?&#xA;&#xA;seungcheol menjulurkan lidahnya tepat pada pusat lubang minghao. minghao menarik napas kencang dan melenguh keras. cairan terus menerus keluar hingga ia bisa mendengar sendiri pergerakan seungcheol dan lidahnya di bawah sana.&#xA;&#xA;“minghao, you taste so fucking good.” seungheol hums against his rim. he licks it around with fervor.&#xA;&#xA;“alpha… alpha—i want you. now, please.”&#xA;&#xA;sang alpha bangkit dari posisi tengkurapnya dengan satu jilatan terakhir. bibirnya mengkilap dan seluruh bagian mulutnya hingga dagu berkilauan. seungcheol membuka kaki minghao lebar dan melipatnya ke arah tubuhnya sendiri. ia mengocok penisnya yang sudah tegak berdiri sejak tadi dan mengarahkan ke dalam tubuh sang omega.&#xA;&#xA;“be loud omega. show everyone who owns you tonight.” kata seungcheol sembari mendorong dirinya masuk dengan satu kali dorongan.&#xA;&#xA;and screaming he did.&#xA;&#xA;minghao memejamkan mata hingga air matanya menetes. ia membuka dan menutup mulutnya namun tidak ada kata-kata yang terucap selain racauan.&#xA;&#xA;seungcheol memulai ritmenya dengan cepat dan tanpa henti—membuat kasur kamar hotel itu berguncang dan headboard menghantam tembok. sang alpha dan stamina kudanya terus-menerus mendorong dan menarik tubuh omega itu menemui peraduan tubuh mereka. aroma seks yang bercampur dengan feromon buah peach terasa tebal di langit-langit kamar itu. &#xA;&#xA;ia memelankan sedikit temponya untuk merendahkan diri dan berbisik. “hey, you still here with me?”&#xA;&#xA;“yeah, alpha. please jangan berhenti—ugh.” rengek minghao sambil menaikkan pinggulnya sendiri untuk bergerak pada penis seungcheol yang masih tertancap dalam dirinya.&#xA;&#xA;sang omega merasakan dirinya sedikit lagi akan menuju batas. maka ia percepat pergerakannya dan disambut oleh seungcheol yang mencengkram pinggulnya. ia menyesuaikan posisi dan memulai lagi aksinya. prostat minghao sudah berkali-kali diserang dan ia masih menginginkannya lagi.&#xA;&#xA;“fuck, omega. kamu enak banget, sempit. dari tadi, aku nahan diri—ARGH buat gak nyerang kamu di lorong. tapi kamu butuh ini kan? tell me.”&#xA;&#xA;“yes, alpha. butuh kamu—butuh. knot. kaa..mu”&#xA;&#xA;“i’ll give it to you. i’ll give it. UGHHH. I’ll give it real hard”&#xA;&#xA;mendengar kata-kata itu minghao makin terisak dan ia secara tidak sadar telah mengeluarkan orgasmenya dengan hebat. sang alpha tetap mendorong masuk hingga dirinya mencapai puncak dan knotnya membengkak. &#xA;&#xA;setelah beberapa menit berlalu, knot sang alpha mengendur dan ia pun melepaskan diri dari minghao. sang omega terlihat sudah tidak bertenaga ditambah menggigil kedinginan. insting alphanya bekerja dengan sigap dan memberi omega itu usapan afeksi. &#xA;&#xA;ia mengambil kain dari lemari untuk membersihkan minghao sebagian. ia membantu minghao mengenakan celananya yang masih bersih kembali. sang alpha menarik selimut sampai dagu sang omega.&#xA;&#xA;“sleep tight.”]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p><strong>tags</strong>: a/b/overse, alpha!seungcheol, omega!minghao, crying during sex, overstimulation</p>



<hr>

<p>suppressant yang sama sekali tidak manjur! padahal merk itu punya harga yang lumayan mahal. minghao menyesal telah membelinya.</p>

<p>minghao mencoba menahan sakit yang teramat sangat di sekujur tubuhnya. tulang dan sendinya terasa nyeri, kepalanya berdenyut kencang. kata dokter, efek obat baru akan bekerja 3 jam setelah diminum. jadi saat sakitnya heat menyerang sebelum obat itu bekerja, ia lebih baik istirahat.</p>

<p>baru saja ia akan istirahat, tiba-tiba ponselnya berdering—pertanda pesan masuk.</p>

<p>dengan setengah hati ia membaca pesan itu dan matanya pun terbelalak.</p>

<p>“ini alpha ganteng yang tadi berarti?” ucapnya baru menyadari.</p>

<p>dengan cepat ia ketikkan balasan. percakapan mengalir hingga tiba sang alpha itu menyinggung soal second gender dan minghao merasa terhina.</p>

<p>“rasain tuh alpha songong.”</p>

<p>minghao pun mengisi daya baterai handphonenya sebelum memutuskan untuk tidur. baru saja ia akan terlelap, suara ketukan pintu terdengar. minghao langsung siaga. ia mengendap menuju ke arah pintu kamarnya. sesaat ia menyiapkan diri untuk membuka pintu.</p>

<p>dan benar saja. seungcheol berdiri di hadapannya dengan ekspresi yang tidak terbaca.</p>

<p>“minghao.”</p>

<p>“a-ada apa ya mas? saya udah mau tidur.” ujar minghao, berharap seungcheol bisa menangkap sinyalnya dan segera pergi.</p>

<p>tapi, minghao tidak bisa memungkiri keberadaan alpha di dekatnya sedikit meredakan rasa sakitnya. serta menumbuhkan rasa <em>ingin</em> dalam dirinya. ditambah dengan wangi feromon musk yang kuat dari sang alpha setiap ia bernapas—minghao layaknya diberi aliran udara langsung darinya.</p>

<p>“sorry. saya cuma pengen mastiin keadaan kamu aja.” seungcheol menatap minghao di matanya. “boleh masuk?”</p>

<p>obat dari dokter masih belum menampakkan hasil kerjanya karena minghao dengan mudahnya membiarkan omega dalam dirinya mengambil alih otaknya.</p>

<p>ia mundur perlahan dan membiarkan seungcheol masuk ke teritorinya. minghao terus mundur hingga punggungnya menabrak tembok dan seungcheol berdiri mengungkungnya.</p>

<p>“i have promised jeonghan to take care of you. would you let me…” seungcheol membisikkan kata itu pada pertemuan rahang dan leher pria yang lebih muda. “omega?”</p>

<p>kaki minghao terasa seperti jeli. ia meraih kedua bahu seungcheol sebagai tumpuan. ia mengangguk. “yes, alpha. tolong. it hurts…”</p>

<p>seungcheol mengerang dan mengendusi pheromone glands minghao. “you’re so <em>sweet</em>. i’ll take care of you.” ia pun menjilat titik itu hingga ke belakang telinga minghao, membuatnya semakin mengeraskan cengkraman pada bahu seungcheol.</p>

<p>seungcheol menuntun tubuh omega yang telah kepayang itu. ia membantunya melepaskan baju yang telah basah oleh peluh dan keringat. berikut juga celana tidur serta boxer dan bajunya sendiri. semerbak bau fluida tubuh omega menghantam penciumannya hampir membuatnya sesak. ia tidak buang waktu dan langsung merendahkan tubuhnya ke sumber wangi itu. ia julurkan lidahnya untuk merasakan minghao yang telah membuatnya hampir gila sejak ia membantunya di klinik tadi.</p>

<p>seungcheol tahu ia harusnya mempunyai self-control. tetapi, mengingat ia pun sudah tidak melakukan seks selama berbulan-bulan, ia tidak bisa menahannya lagi. ditambah minghao adalah omega cantik yang unmated. alpha mana yang akan bisa menahan diri.</p>

<p>jeonghan pun memberinya mandat untuk menjaga minghao. meski ia tidak memberitahunya dengan jelas, toh ini juga bisa dijadikan alasan bukan?</p>

<p>seungcheol menjulurkan lidahnya tepat pada pusat lubang minghao. minghao menarik napas kencang dan melenguh keras. cairan terus menerus keluar hingga ia bisa mendengar sendiri pergerakan seungcheol dan lidahnya di bawah sana.</p>

<p>“minghao, you taste so fucking good.” seungheol hums against his rim. he licks it around with fervor.</p>

<p>“alpha… alpha—i want you. now, please.”</p>

<p>sang alpha bangkit dari posisi tengkurapnya dengan satu jilatan terakhir. bibirnya mengkilap dan seluruh bagian mulutnya hingga dagu berkilauan. seungcheol membuka kaki minghao lebar dan melipatnya ke arah tubuhnya sendiri. ia mengocok penisnya yang sudah tegak berdiri sejak tadi dan mengarahkan ke dalam tubuh sang omega.</p>

<p>“be loud omega. show everyone who owns you tonight.” kata seungcheol sembari mendorong dirinya masuk dengan satu kali dorongan.</p>

<p>and screaming he did.</p>

<p>minghao memejamkan mata hingga air matanya menetes. ia membuka dan menutup mulutnya namun tidak ada kata-kata yang terucap selain racauan.</p>

<p>seungcheol memulai ritmenya dengan cepat dan tanpa henti—membuat kasur kamar hotel itu berguncang dan headboard menghantam tembok. sang alpha dan stamina kudanya terus-menerus mendorong dan menarik tubuh omega itu menemui peraduan tubuh mereka. aroma seks yang bercampur dengan feromon buah peach terasa tebal di langit-langit kamar itu.</p>

<p>ia memelankan sedikit temponya untuk merendahkan diri dan berbisik. “hey, you still here with me?”</p>

<p>“yeah, alpha. please jangan berhenti—ugh.” rengek minghao sambil menaikkan pinggulnya sendiri untuk bergerak pada penis seungcheol yang masih tertancap dalam dirinya.</p>

<p>sang omega merasakan dirinya sedikit lagi akan menuju batas. maka ia percepat pergerakannya dan disambut oleh seungcheol yang mencengkram pinggulnya. ia menyesuaikan posisi dan memulai lagi aksinya. prostat minghao sudah berkali-kali diserang dan ia masih menginginkannya lagi.</p>

<p>“fuck, omega. kamu enak banget, sempit. dari tadi, aku nahan diri—ARGH buat gak nyerang kamu di lorong. tapi kamu butuh ini kan? tell me.”</p>

<p>“yes, alpha. butuh kamu—butuh. knot. kaa..mu”</p>

<p>“i’ll give it to you. i’ll give it. UGHHH. I’ll give it real hard”</p>

<p>mendengar kata-kata itu minghao makin terisak dan ia secara tidak sadar telah mengeluarkan orgasmenya dengan hebat. sang alpha tetap mendorong masuk hingga dirinya mencapai puncak dan knotnya membengkak.</p>

<p>setelah beberapa menit berlalu, knot sang alpha mengendur dan ia pun melepaskan diri dari minghao. sang omega terlihat sudah tidak bertenaga ditambah menggigil kedinginan. insting alphanya bekerja dengan sigap dan memberi omega itu usapan afeksi.</p>

<p>ia mengambil kain dari lemari untuk membersihkan minghao sebagian. ia membantu minghao mengenakan celananya yang masih bersih kembali. sang alpha menarik selimut sampai dagu sang omega.</p>

<p>“sleep tight.”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://paper.wf/guchiled/cheolhao-abo</guid>
      <pubDate>Sat, 19 Nov 2022 14:47:20 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>wongyu nsfw one shot 🔞</title>
      <link>https://paper.wf/guchiled/wongyu-nsfw-one-shot</link>
      <description>&lt;![CDATA[tags: riding, overstimulation, cock ring, dom/sub undertones, just mingyu being whiny basically&#xA;&#xA;!--more--&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;pahanya terasa membara akibat pertemuan antar kulit yang entah sudah berapa lama berlangsung berulang kali. namun, mingyu belum mau berhenti. belum. ia belum akan berhenti hingga ia mencapai puncaknya.&#xA;&#xA;dengan napas terengah, ia mengatur ulang posisinya agar ia dapat menyentuh kembali titik kenikmatan di dalam tubuhnya dengan ujung penis wonwoo yang merangsek masuk tiada henti. ia menyandarkan diri ke belakang dengan bertumpuan pada lutut wonwoo. mingyu menggerakkan lagi pinggulnya naik turun sembari maju mundur dengan segala tenaga yang tersisa.&#xA;&#xA;“udah mulai capek?” tanya wonwoo.&#xA;&#xA;yang ditanya menggeleng. seakan ditantang karena pertanyaan itu, mingyu menggerakkan pinggulnya dengan cepat. suara erangan terlepas dari tenggorokannya, sangat keras. mustahil orang yang lewat di koridor tidak mendengarnya.&#xA;&#xA;“terusin kalo belom capek.”&#xA;&#xA;wonwoo menegakkan badannya di tempat tidur sekaligus membetulkan posisi mingyu agar nyaman. ia bergerak menciumi dada kekasihnya itu hingga ke putingnya. ia menyesapnya lembut kemudian dengan keras. gigitan kencang ikut ia sertakan hingga mendapat dorongan peringatan dari mingyu.&#xA;&#xA;“kak!”&#xA;&#xA;wonwoo menyeringai jahil. “sorry. couldn’t help it when it looks so delicious.” ia pun kembali menjilati dada mingyu hingga ke tulang rusuknya.&#xA;&#xA;“ahh, kak—lepasin. cock ringnya lepasin.”&#xA;&#xA;“hmm. udah ga kuat lagi?”&#xA;&#xA;“nnggaaaa. udah sakit banget ini mau keluar.”&#xA;&#xA;“sabar dulu. bentar lagi.”&#xA;&#xA;mingyu tidak terima karena ia sudah sangat lelah dan merasa berhak untuk merasakan puncak. maka dari itu, ia mengeratkan bagian bawahnya, membuat wonwoo sedikit kaget dan menghentikan kegiatan menciumi tubuh indah mingyu. wonwoo melemparnya pandangan tajam. tangannya langsung mengarah ke dasar leher mingyu, mencengkramnya walau tak kencang.&#xA;&#xA;“barusan apa?” bisik wonwoo, membuat mingyu bergidik.&#xA;&#xA;“gak—bukan maksud—aku nggak”&#xA;&#xA;“do it again and you won’t come at all tonight.”&#xA;&#xA;mingyu visibly gulps. a very serious expression on wonwoo really puts him back in his place.&#xA;&#xA;he continues riding wonwoo but now with wonwoo more in charge. he grips mingyu’s waist tightly, as he holds him down on his cock. he drills up into mingyu once, twice, before he spills inside him.&#xA;&#xA;“kak…. mau kakak—ugh, udahan kak. mau keluar—“ racau mingyu tak karuan.&#xA;&#xA;wonwoo belum mau mengalah sampai saat ini. tetapi melihat betapa desperate mingyu, ia melepaskan cock ring yang selama ini dikenakan mingyu. terdengar helaan napas lega sebelum disusul rengekan keras saat wonwoo melanjutkan aksinya di bawah sana.&#xA;&#xA;“sekali lagi. tahan dulu. bisa kan?”&#xA;&#xA;mingyu susah payah mengangguk saat kepalanya tidak bisa lagi berpikir jernih. mulutnya terbuka dan ia berderai air mata. sungguh pemandangan yang wonwoo ingin simpan hanya untuk dirinya sendiri.&#xA;&#xA;wonwoo melambankan gerakannya dan saat itu pulalah mingyu tidak tertahankan. ia mengucurkan maninya seperti keran terbuka, hasil tertumpuk selama 3 ronde. badannya melemas dan ia pun terjatuh pada pelukan wonwoo.&#xA;&#xA;“kak… capek.” ucap mingyu disela napas yang terengah. bagian belakang dirinya masih terisi dan berkedut tetapi ia tidak sama sekali menghiraukannya.&#xA;&#xA;“i know. berbaring dulu, okay. aku bersihin bentar.”&#xA;&#xA;mingyu pun menurut. ia tidak lagi ingat apa yang terjadi setelahnya. ia hanya ingat bisikan pelan wonwoo mengatakan bahwa ia berkelakuan baik hari ini, seperti kekasih yang baik dan pintar. kemudian sebelum ia benar-benar jatuh ke alam bawah sadar, ia merasakan ciuman hangat disalurkan dari pipi ke bibirnya.&#xA;&#xA;mingyu pun terlelap dengan senyuman kecil merekah.&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p><strong>tags</strong>: riding, overstimulation, cock ring, dom/sub undertones, just mingyu being whiny basically</p>



<hr>

<p>pahanya terasa membara akibat pertemuan antar kulit yang entah sudah berapa lama berlangsung berulang kali. namun, mingyu belum mau berhenti. belum. ia belum akan berhenti hingga ia mencapai puncaknya.</p>

<p>dengan napas terengah, ia mengatur ulang posisinya agar ia dapat menyentuh kembali titik kenikmatan di dalam tubuhnya dengan ujung penis wonwoo yang merangsek masuk tiada henti. ia menyandarkan diri ke belakang dengan bertumpuan pada lutut wonwoo. mingyu menggerakkan lagi pinggulnya naik turun sembari maju mundur dengan segala tenaga yang tersisa.</p>

<p>“udah mulai capek?” tanya wonwoo.</p>

<p>yang ditanya menggeleng. seakan ditantang karena pertanyaan itu, mingyu menggerakkan pinggulnya dengan cepat. suara erangan terlepas dari tenggorokannya, sangat keras. mustahil orang yang lewat di koridor tidak mendengarnya.</p>

<p>“terusin kalo belom capek.”</p>

<p>wonwoo menegakkan badannya di tempat tidur sekaligus membetulkan posisi mingyu agar nyaman. ia bergerak menciumi dada kekasihnya itu hingga ke putingnya. ia menyesapnya lembut kemudian dengan keras. gigitan kencang ikut ia sertakan hingga mendapat dorongan peringatan dari mingyu.</p>

<p>“kak!”</p>

<p>wonwoo menyeringai jahil. “sorry. couldn’t help it when it looks so delicious.” ia pun kembali menjilati dada mingyu hingga ke tulang rusuknya.</p>

<p>“ahh, kak—lepasin. cock ringnya lepasin.”</p>

<p>“hmm. udah ga kuat lagi?”</p>

<p>“nnggaaaa. udah sakit banget ini mau keluar.”</p>

<p>“sabar dulu. bentar lagi.”</p>

<p>mingyu tidak terima karena ia sudah sangat lelah dan merasa berhak untuk merasakan puncak. maka dari itu, ia mengeratkan bagian bawahnya, membuat wonwoo sedikit kaget dan menghentikan kegiatan menciumi tubuh indah mingyu. wonwoo melemparnya pandangan tajam. tangannya langsung mengarah ke dasar leher mingyu, mencengkramnya walau tak kencang.</p>

<p>“barusan apa?” bisik wonwoo, membuat mingyu bergidik.</p>

<p>“gak—bukan maksud—aku nggak”</p>

<p>“do it again and you won’t come at all tonight.”</p>

<p>mingyu visibly gulps. a very serious expression on wonwoo really puts him back in his place.</p>

<p>he continues riding wonwoo but now with wonwoo more in charge. he grips mingyu’s waist tightly, as he holds him down on his cock. he drills up into mingyu once, twice, before he spills inside him.</p>

<p>“kak…. mau kakak—ugh, udahan kak. mau keluar—“ racau mingyu tak karuan.</p>

<p>wonwoo belum mau mengalah sampai saat ini. tetapi melihat betapa desperate mingyu, ia melepaskan cock ring yang selama ini dikenakan mingyu. terdengar helaan napas lega sebelum disusul rengekan keras saat wonwoo melanjutkan aksinya di bawah sana.</p>

<p>“sekali lagi. tahan dulu. bisa kan?”</p>

<p>mingyu susah payah mengangguk saat kepalanya tidak bisa lagi berpikir jernih. mulutnya terbuka dan ia berderai air mata. sungguh pemandangan yang wonwoo ingin simpan hanya untuk dirinya sendiri.</p>

<p>wonwoo melambankan gerakannya dan saat itu pulalah mingyu tidak tertahankan. ia mengucurkan maninya seperti keran terbuka, hasil tertumpuk selama 3 ronde. badannya melemas dan ia pun terjatuh pada pelukan wonwoo.</p>

<p>“kak… capek.” ucap mingyu disela napas yang terengah. bagian belakang dirinya masih terisi dan berkedut tetapi ia tidak sama sekali menghiraukannya.</p>

<p>“i know. berbaring dulu, okay. aku bersihin bentar.”</p>

<p>mingyu pun menurut. ia tidak lagi ingat apa yang terjadi setelahnya. ia hanya ingat bisikan pelan wonwoo mengatakan bahwa ia berkelakuan baik hari ini, seperti kekasih yang baik dan pintar. kemudian sebelum ia benar-benar jatuh ke alam bawah sadar, ia merasakan ciuman hangat disalurkan dari pipi ke bibirnya.</p>

<p>mingyu pun terlelap dengan senyuman kecil merekah.</p>

<hr>
]]></content:encoded>
      <guid>https://paper.wf/guchiled/wongyu-nsfw-one-shot</guid>
      <pubDate>Sun, 23 Oct 2022 16:36:42 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>seoksoon nsfw one shot 🔞</title>
      <link>https://paper.wf/guchiled/seoksoon-nsfw-one-shot</link>
      <description>&lt;![CDATA[tags: blow jobs, deepthroating, light spanking, creampie&#xA;&#xA;!--more--&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;semua ini ide soonyoung.&#xA;&#xA;dari lampu tidur yang ia beli dari marketplace online untuk mengganti penerangan, hingga musik seduktif yang ia putar di ruangan. ia berjalan menuju seokmin —kekasihnya— yang duduk di atas kursi sofa di kamar tidur mereka, terbebas dari celana kerjanya, hanya berbalut boxer.&#xA;&#xA;soonyoung sendiri mengenakan bath robe satin tipis berwarna pink keemasan. bagian depan dibiarkan terbuka memperlihatkan kaki serta paha kencangnya, leaving nothing to the imagination. ia juga sengaja tidak mengikat bath robe itu sehingga otot perutnya terlihat. seokmin menelan ludahnya.&#xA;&#xA;“perlu nyanyi gak pas kamu strip tease?” seokmin menggoda soonyoung.&#xA;&#xA;“ah, tuh kan jadi out of character deh. gak bisa apa kamu bikin mood yang seksi dikit gitu?” rengut soonyoung meskipun ada senyum kecil di ujung bibirnya.&#xA;&#xA;“gak perlu dibuat mood, kamu juga udah seksi.” seokmin tersenyum lebar. &#xA;&#xA;ia meraih pinggang soonyoung saat kekasihnya itu berdiri di depannya. menciumi setiap inci permukaan kulit perutnya. soonyoung menghembuskan napas ketika seokmin mencapai bagian perut bawahnya dimana jejak happy trails mulai nampak. jemari seokmin pun tidak tinggal diam. ia menelusuri otot abdomennya yang kokoh itu dengan sentuhan sarat nafsu. menelusurinya terus hingga ke dada dan otot pectoralnya. seokmin mengusap kedua putingnya yang sudah mengeras dengan ujung jari telunjuknya, membuat soonyoung melenguh.&#xA;&#xA;“ughh, seokmin, harusnya aku yang in charge, kamu diem aja—ahhh”&#xA;&#xA;seokmin menyeringai. “hm? gitu? bukannya kamu senengan kalo aku yang in charge?”&#xA;&#xA;“ya gantian dong, ah.”&#xA;&#xA;“sorry, couldn’t help it when you’re this sexy.”&#xA;&#xA;soonyoung pun melemparkan pandangan sinis. ia kemudian bersimpuh di tengah-tengah kaki seokmin. mengusap gundukan di tengahnya perlahan, membuatnya mengerang. “lepas dulu.”&#xA;&#xA;“lepasin dong. katanya kamu yang kerja”&#xA;&#xA;soonyoung mendengus sebal.&#xA;&#xA;sejurus kemudian ia menarik celana boxer seokmin, membebaskan penisnya dari kungkungan kain itu. ia masih setengah keras, jadi soonyoung langsung bekerja dengan menjilati sepanjang organ lunak itu. seokmin merasa sedikit terkejut. ia langsung menahan kepala soonyoung sebentar.&#xA;&#xA;“pake aba-aba dulu dong, yang.”&#xA;&#xA;soonyoung tergelak. “aba-aba pake peluit gitu?”&#xA;&#xA;“aish, semangat banget lagian. we’ve got all night, sayang. ini kan hari spesial.”&#xA;&#xA;“yeah, i know. tapi besok kita juga kerja which is why i want to rush and go to sleep earlier.”&#xA;&#xA;“gak mau cuti aja?”&#xA;&#xA;soonyoung menggeleng. “cutinya buat akhir tahun aja sekalian vacation.”&#xA;&#xA;seokmin mengangguk. “okay, whatever you want.”&#xA;&#xA;“sekarang udah boleh lanjut sepongin kamu?”&#xA;&#xA;seokmin tertawa. “ya, ya boleh banget, babe.”&#xA;&#xA;“daritadi dong.”&#xA;&#xA;soonyoung pun melanjutkan aksinya dalam mengulum milik seokmin. ia menaik turunkan kepalanya sampai setengah jalan baru kemudian ia mencoba menelan seluruhnya. ada rasa ingin menyudahi ketika ia tidak sengaja menghirup pubic hair seokmin tapi ia bisa mengembalikan lagi ritmenya. soonyoung lakukan terus berulang, hingga ia merasakan seokmin bergetar di dalam mulutnya.&#xA;&#xA;“oh, babe, kamu terbaik. ummh, mulut kamu gak ada tandingannya di dunia ini.”&#xA;&#xA;soonyoung semakin terpacu mendengar pujian seokmin. ia mengisap, menjilat seputaran kepalanya dengan nafsu. ia membuat kontak mata dengan seokmin yang sedang menikmatinya. soonyoung menyeringai dan mendorong batang keras seokmin lebih dalam menuju tenggorokannya. ia biarkan sejenak hingga ia merasa kehilangan napas sedikit. baru ia memundurkan kepalanya. terus menerus. &#xA;&#xA;cairan bening telah mengucur sedikit demi sedikit hingga soonyoung merasakan rasa asin khas di lidahnya. rasa itu membuatnya semakin menggila. ia kulum ujung kelamin seokmin dan ia urut perpanjangannya. saat seokmin merasa sudah di ujung pelepasan, seokmin menyuruhnya untuk berhenti.&#xA;&#xA;“baby, stop. mau di dalem kamu aja.”&#xA;&#xA;soonyoung kembali tersenyum sarat kejahilan. ia merangkak ke atas tubuh seokmin yang terkulai, membungkukkan badannya untuk mencium seokmin. “di dalem aku?”&#xA;&#xA;soonyoung menekankan perkataannya dengan menaiki seokmin dan mendudukinya. bathrobenya kini sudah ia lepas dan ia sudah telanjang bulat tanpa sehelai benang pun menutupi. ia mengayunkan tubuhnya sambil mendorong bokongnya tepat di pelvis seokmin. membuat yang lebih muda mendesah keras.&#xA;&#xA;“hm hm. i wanna finish inside you. numpahin semua peju aku dalem perut kamu, sampe kamu penuh. terus dibiarin di dalem perut ini.” seokmin mengusap otot perut soonyoung yang berbentuk kotak menonjol.&#xA;&#xA;“yaudah, tunggu apa lagi?”&#xA;&#xA;seokmin segera bangun dan memapah soonyoung menuju ke kasur mereka. ia menanggalkan seluruh bajunya dan melemparnya sembarang. seokmin langsung menghujani leher dan dada soonyoung dengan ciuman serta gigitan kecil.&#xA;&#xA;“seok… langsung aja ah.”&#xA;&#xA;“iya. sabar dikit.”&#xA;&#xA;seokmin segera memosisikan dirinya di depan lubang hangat soonyoung. ia menggeram saat lubang yang sudah basah itu menyapa kepemilikkannya dan serasa mencengkeramnya. soonyoung tidak pernah terasa sesempit ini.&#xA;&#xA;“say—aang, oh fuck. kamu minum jamu rapet apa gimana, sih? gak masuk akal—“&#xA;&#xA;“hahhh, it’s just— you’re just that big. kamu gak sadar apa?” pungkas soonyoung sambil mengeratkan pegangannya di lengan seokmin.&#xA;&#xA;“masa iya?” seokmin bertanya tidak percaya.&#xA;&#xA;seokmin memberhentikan diri sejenak saat ia sudah masuk seluruhnya. ia menggoyangkan pinggulnya perlahan untuk mengetes yang mana diberi anggukan, tanda lampu hijau untuknya. ia pun tidak membuang waktu lagi dan segera menopang tungkai kaki soonyoung pada lengannya. ia angkat tinggi dan memulai pergerakannya.&#xA;&#xA;raut wajah soonyoung berubah. bola matanya terputar ke belakang hingga ia menutup kelopak mata. suara lenguhan tiada henti silih keluar dari mulutnya. seokmin always fucks him good and to the fullest and that’s why he fucking loves him.&#xA;&#xA;yang lebih muda menambahkan kecepatannya saat soonyoung mengindikasikan kalau dirinya telah dekat dengan pelepasan. lubang analnya sudah lengket dengan cairan putih pekat. lubang itu merah karena berkali-kali dihujam seokmin tanpa ampun.&#xA;&#xA;“seok—seokmin-ah. you’re fucking me so well. sumpaahh— di situ! terus terus lagi, ahhhh.”&#xA;&#xA;seokmin mengulang aksinya. terus menerus. titik prostat itu menjadi ultimate goalnya untuk dihabisi.&#xA;&#xA;“cantik… kamu—aaah, you take me so well, my love.” ujar seokmin sebelum mencium soonyoung sangat dalam.&#xA;&#xA;seokmin menepuk bokong mulus kekasihnya itu dan meremasnya.&#xA;&#xA;“kalo mau keluar, keluarin aja. aku juga—argh. bentar lagi.”&#xA;&#xA;seperti dikomando, soonyoung mencipratkan ejakulasinya. berantakan dan banyak sekali.&#xA;&#xA;seokmin pun tidak lama mengisi lubang soonyoung cairan dirinya. saat ia menarik diri, terlihat bagaimana berantakannya lubang kecil soonyoung itu. hampir menyedihkan namun seokmin bangga seperti ia melihat sebuah hasil karya.&#xA;&#xA;“happy anniversary, cinta.”&#xA;&#xA;“happy anniversary too.”&#xA;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p><strong>tags</strong>: blow jobs, deepthroating, light spanking, creampie</p>



<hr>

<p>semua ini ide soonyoung.</p>

<p>dari lampu tidur yang ia beli dari marketplace online untuk mengganti penerangan, hingga musik seduktif yang ia putar di ruangan. ia berjalan menuju seokmin —kekasihnya— yang duduk di atas kursi sofa di kamar tidur mereka, terbebas dari celana kerjanya, hanya berbalut boxer.</p>

<p>soonyoung sendiri mengenakan bath robe satin tipis berwarna pink keemasan. bagian depan dibiarkan terbuka memperlihatkan kaki serta paha kencangnya, <em>leaving nothing to the imagination</em>. ia juga sengaja tidak mengikat bath robe itu sehingga otot perutnya terlihat. seokmin menelan ludahnya.</p>

<p>“perlu nyanyi gak pas kamu strip tease?” seokmin menggoda soonyoung.</p>

<p>“ah, tuh kan jadi <em>out of character deh</em>. gak bisa apa kamu bikin mood yang seksi dikit gitu?” rengut soonyoung meskipun ada senyum kecil di ujung bibirnya.</p>

<p>“gak perlu dibuat mood, kamu juga udah seksi.” seokmin tersenyum lebar.</p>

<p>ia meraih pinggang soonyoung saat kekasihnya itu berdiri di depannya. menciumi setiap inci permukaan kulit perutnya. soonyoung menghembuskan napas ketika seokmin mencapai bagian perut bawahnya dimana jejak <em>happy trails</em> mulai nampak. jemari seokmin pun tidak tinggal diam. ia menelusuri otot abdomennya yang kokoh itu dengan sentuhan sarat nafsu. menelusurinya terus hingga ke dada dan otot pectoralnya. seokmin mengusap kedua putingnya yang sudah mengeras dengan ujung jari telunjuknya, membuat soonyoung melenguh.</p>

<p>“ughh, seokmin, harusnya aku yang <em>in charge</em>, kamu diem aja—ahhh”</p>

<p>seokmin menyeringai. “hm? gitu? bukannya kamu senengan kalo aku yang <em>in charge</em>?”</p>

<p>“ya gantian dong, ah.”</p>

<p>“sorry, couldn’t help it when you’re this sexy.”</p>

<p>soonyoung pun melemparkan pandangan sinis. ia kemudian bersimpuh di tengah-tengah kaki seokmin. mengusap gundukan di tengahnya perlahan, membuatnya mengerang. “lepas dulu.”</p>

<p>“lepasin dong. katanya kamu yang kerja”</p>

<p>soonyoung mendengus sebal.</p>

<p>sejurus kemudian ia menarik celana boxer seokmin, membebaskan penisnya dari kungkungan kain itu. ia masih setengah keras, jadi soonyoung langsung bekerja dengan menjilati sepanjang organ lunak itu. seokmin merasa sedikit terkejut. ia langsung menahan kepala soonyoung sebentar.</p>

<p>“pake aba-aba dulu dong, yang.”</p>

<p>soonyoung tergelak. “aba-aba pake peluit gitu?”</p>

<p>“aish, semangat banget lagian. we’ve got all night, sayang. ini kan hari spesial.”</p>

<p>“yeah, i know. tapi besok kita juga kerja which is why i want to rush and go to sleep earlier.”</p>

<p>“gak mau cuti aja?”</p>

<p>soonyoung menggeleng. “cutinya buat akhir tahun aja sekalian vacation.”</p>

<p>seokmin mengangguk. “okay, whatever you want.”</p>

<p>“sekarang udah boleh lanjut sepongin kamu?”</p>

<p>seokmin tertawa. “ya, ya boleh banget, babe.”</p>

<p>“daritadi dong.”</p>

<p>soonyoung pun melanjutkan aksinya dalam mengulum milik seokmin. ia menaik turunkan kepalanya sampai setengah jalan baru kemudian ia mencoba menelan seluruhnya. ada rasa ingin menyudahi ketika ia tidak sengaja menghirup pubic hair seokmin tapi ia bisa mengembalikan lagi ritmenya. soonyoung lakukan terus berulang, hingga ia merasakan seokmin bergetar di dalam mulutnya.</p>

<p>“oh, babe, kamu terbaik. ummh, mulut kamu gak ada tandingannya di dunia ini.”</p>

<p>soonyoung semakin terpacu mendengar pujian seokmin. ia mengisap, menjilat seputaran kepalanya dengan nafsu. ia membuat kontak mata dengan seokmin yang sedang menikmatinya. soonyoung menyeringai dan mendorong batang keras seokmin lebih dalam menuju tenggorokannya. ia biarkan sejenak hingga ia merasa kehilangan napas sedikit. baru ia memundurkan kepalanya. terus menerus.</p>

<p>cairan bening telah mengucur sedikit demi sedikit hingga soonyoung merasakan rasa asin khas di lidahnya. rasa itu membuatnya semakin menggila. ia kulum ujung kelamin seokmin dan ia urut perpanjangannya. saat seokmin merasa sudah di ujung pelepasan, seokmin menyuruhnya untuk berhenti.</p>

<p>“baby, stop. mau di dalem kamu aja.”</p>

<p>soonyoung kembali tersenyum sarat kejahilan. ia merangkak ke atas tubuh seokmin yang terkulai, membungkukkan badannya untuk mencium seokmin. “di dalem <em>aku</em>?”</p>

<p>soonyoung menekankan perkataannya dengan menaiki seokmin dan mendudukinya. bathrobenya kini sudah ia lepas dan ia sudah telanjang bulat tanpa sehelai benang pun menutupi. ia mengayunkan tubuhnya sambil mendorong bokongnya tepat di pelvis seokmin. membuat yang lebih muda mendesah keras.</p>

<p>“hm hm. i wanna finish inside you. numpahin semua peju aku dalem perut kamu, sampe kamu penuh. terus dibiarin di dalem perut ini.” seokmin mengusap otot perut soonyoung yang berbentuk kotak menonjol.</p>

<p>“yaudah, tunggu apa lagi?”</p>

<p>seokmin segera bangun dan memapah soonyoung menuju ke kasur mereka. ia menanggalkan seluruh bajunya dan melemparnya sembarang. seokmin langsung menghujani leher dan dada soonyoung dengan ciuman serta gigitan kecil.</p>

<p>“seok… langsung aja ah.”</p>

<p>“iya. sabar dikit.”</p>

<p>seokmin segera memosisikan dirinya di depan lubang hangat soonyoung. ia menggeram saat lubang yang sudah basah itu menyapa kepemilikkannya dan serasa mencengkeramnya. soonyoung tidak pernah terasa sesempit <em>ini</em>.</p>

<p>“say—aang, oh fuck. kamu minum jamu rapet apa gimana, sih? gak masuk akal—“</p>

<p>“hahhh, it’s just— you’re just <em>that</em> big. kamu gak sadar apa?” pungkas soonyoung sambil mengeratkan pegangannya di lengan seokmin.</p>

<p>“masa iya?” seokmin bertanya tidak percaya.</p>

<p>seokmin memberhentikan diri sejenak saat ia sudah masuk seluruhnya. ia menggoyangkan pinggulnya perlahan untuk mengetes yang mana diberi anggukan, tanda lampu hijau untuknya. ia pun tidak membuang waktu lagi dan segera menopang tungkai kaki soonyoung pada lengannya. ia angkat tinggi dan memulai pergerakannya.</p>

<p>raut wajah soonyoung berubah. bola matanya terputar ke belakang hingga ia menutup kelopak mata. suara lenguhan tiada henti silih keluar dari mulutnya. seokmin always fucks him good and to the fullest and that’s why he fucking loves him.</p>

<p>yang lebih muda menambahkan kecepatannya saat soonyoung mengindikasikan kalau dirinya telah dekat dengan pelepasan. lubang analnya sudah lengket dengan cairan putih pekat. lubang itu merah karena berkali-kali dihujam seokmin tanpa ampun.</p>

<p>“seok—seokmin-ah. you’re fucking me so well. sumpaahh— di situ! terus terus lagi, ahhhh.”</p>

<p>seokmin mengulang aksinya. terus menerus. titik prostat itu menjadi ultimate goalnya untuk <em>dihabisi</em>.</p>

<p>“cantik… kamu—aaah, you take me so well, my love.” ujar seokmin sebelum mencium soonyoung sangat dalam.</p>

<p>seokmin menepuk bokong mulus kekasihnya itu dan meremasnya.</p>

<p>“kalo mau keluar, keluarin aja. aku juga—argh. bentar lagi.”</p>

<p>seperti dikomando, soonyoung mencipratkan ejakulasinya. berantakan dan banyak sekali.</p>

<p>seokmin pun tidak lama mengisi lubang soonyoung cairan dirinya. saat ia menarik diri, terlihat bagaimana berantakannya lubang kecil soonyoung itu. hampir <em>menyedihkan</em> namun seokmin bangga seperti ia melihat sebuah hasil karya.</p>

<p>“happy anniversary, cinta.”</p>

<p>“happy anniversary too.”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://paper.wf/guchiled/seoksoon-nsfw-one-shot</guid>
      <pubDate>Fri, 23 Sep 2022 01:16:53 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>don’t swerve — gyuhao 🔞</title>
      <link>https://paper.wf/guchiled/dont-swerve-gyuhao</link>
      <description>&lt;![CDATA[tags: unprotected sex, creampie, dirty talk, and they were ROOMMATE.&#xA;&#xA;!--more--&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;tata krama sebelum masuk ke kamar seseorang itu adalah ketuk pintunya terlebih dahulu. bahkan untuk seorang roommate sekalipun. itulah yang seharusnya dipelajari mingyu sejak awal sebelum ia mendapati pemandangan di depan matanya saat ini.&#xA;&#xA;minghao, yang setengah telanjang, sedang berusaha mengambil gambar provokatif —lagi —di atas tempat tidurnya. namun, bagian yang paling mengejutkan bukan itu. ia sudah melihat minghao bertelanjang dada lebih dari yang bisa ia hitung.&#xA;&#xA;kali ini ia mengenakan bralette berenda warna hitam dan kakinya dibalut stocking warna senada. dia terlihat sangat seksi dengan sedikit sapuan makeup di matanya. sungguh, yang akan mendapat kiriman gambar dari keadaan minghao saat ini adalah orang yang paling beruntung sedunia. yang mana membuat mingyu sedikit iri.&#xA;&#xA;oke, tidak sedikit, tapi sangat iri.&#xA;&#xA;oh, fuck. mingyu harus berpaling sekarang.&#xA;&#xA;mingyu berdeham untuk menyembunyikan kegugupannnya saat ia beradu tatap dengan empunya kamar.&#xA;&#xA;namun bukannya raut wajah terkejut yang ia dapatkan pada minghao, tetapi ia malah sedikit terpana dan tersenyum kecil.&#xA;&#xA;“mingyu? you caught me in a bad time, i guess.”&#xA;&#xA;mingyu menelan ludah. baik, ia tidak merasakan ada penolakan, jadi ia tetap tenang dan melangkah masuk.&#xA;&#xA;“itu, gue pinjem alat pembolong kertas ada gak? lo punya kan?”&#xA;&#xA;minghao mengangguk kecil sambil menunjuk ke arah mejanya. “iya, ada di atas situ cari aja.”&#xA;&#xA;mingyu pun melangkah mendekati meja untuk mengambil apa yang ia inginkan. dan tentu saja, ada saja cara terbaik semesta untuk mempermainkannya.&#xA;&#xA;ia menemukan botol lube yang tertutup tidak sempurna di atas meja minghao. ia berusaha mengabaikannya namun apa daya, dirinya terlahir ceroboh. botol lube itu terjatuh ke lantai saat ia hendak mengambil alat pelubang kertas.&#xA;&#xA;mingyu menggigit bibirnya. ia tidak tahu apa yang mendorongnya tetapi ia melirik minghao yang sedang duduk di atas tempat tidur, menatapnya dengan pandangan yang tidak terbaca. membuat mingyu cepat mengambil botol itu dan menekan tutupnya rapat.&#xA;&#xA;“k-kurang rapet lo nutupnya. untung ga tumpah,” ucap mingyu. fuck, what am i saying?!&#xA;&#xA;minghao malah tertawa. “well, thanks. udah lo minjem itu doang?”&#xA;&#xA;mingyu mengangguk, merasa kalau ia membuka mulutnya sekali lagi, ia hanya akan mempermalukan dirinya lebih jauh.&#xA;&#xA;“gue balik dulu—“&#xA;&#xA;“eh, gyu. siniin botolnya tadi.”&#xA;&#xA;“hah?”&#xA;&#xA;“lemparin botol lube ke gue. gue males turun.”&#xA;&#xA;tubuh dan otak mingyu seakan berjalan dengan auto pilot. bedanya, perintah minghao menyuruhnya untuk melempar tidak ia laksanakan. ia malah memberi botol yang dimaksud tepat ke tangan minghao.&#xA;&#xA;“oh, makasih.”&#xA;&#xA;keduanya saling menatap dengan pandangan membara. mereka sama-sama tahu dalam hati apa yang sedang mereka lakukan. berdansa di atas batas tipis yang sebentar lagi akan hancur jika salah satu dari mereka ada yang berani mengambil langkah.&#xA;&#xA;“lo mau ngambil foto lagi?” bisik mingyu dengan nada rendah.&#xA;&#xA;minghao mengangguk pelan. “hm hm.”&#xA;&#xA;“buat… seokmin?” gigi mingyu bergertak.&#xA;&#xA;minghao mengulas senyum tipis. “kenapa emang? fwb-an gue cuma dia.”&#xA;&#xA;mingyu mendengus sebal mendengar istilah itu. sejujurnya term fwb tidak cocok di konteks seokmin dan minghao. mereka lebih pantas dipanggil “strangers with benefits” atau sejenisnya.&#xA;&#xA;karena kalau benar-benar friends, harusnya mingyu yang menempati posisi itu.&#xA;&#xA;“show me.”&#xA;&#xA;hening menyelimuti.&#xA;&#xA;“you wanna?”&#xA;&#xA;“hm.”&#xA;&#xA;minghao tersenyum. ia mengambil posisi di tengah tempat tidur dengan kaki terbuka. lelaki kurus itu membuka tutup botol lube dan menuangkan isinya ke jari-jari lentiknya. kemudian ia turunkan celana dalam yang ia kenakan hingga ke paha. perlahan jarinya menelisik ke arah dalam lubangnya, membuatnya mengeluarkan erangan lemah.&#xA;&#xA;mingyu memerhatikan teman sekamarnya itu dengan tatapan intens. ia tidak tahu harus bereaksi seperti apa. matanya bergerak seolah tak fokus harus melihat ke wajah minghao atau ke tangannya yang sedang beraksi keluar masuk dengan lihai. saat sudah empat jari yang terlibat, ia pun maju untuk menghentikan gerakan tangan minghao.&#xA;&#xA;“can i?”&#xA;&#xA;“sure.”&#xA;&#xA;saat mingyu menyentuh permukaan lubang yang sudah sangat basah, menggoda untuk segera dimasuki, roommatenya itu berkata,&#xA;&#xA;“gyu, gak usah pelan-pelan. gue udah capek nunggu lo.”&#xA;&#xA;mingyu terkesiap dan tanpa pikir panjang ia menanggalkan seluruh pakaiannya dan segera menggesekkan kepala kejanatanannya di pembukaan minghao, membuatnya menarik napas.&#xA;&#xA;“lo yakin? karena gue beneran gak akan berhenti habis ini sekalipun lo memohon.”&#xA;&#xA;minghao melengkungkan dadanya. pahanya ia buka lebar-lebar sambil membuka, mempertontonkan analnya seolah siap untuk melahap apa yang dipunyai mingyu. “please gyu. lo udah lama nahan kan? sama, gue juga. please, fuck me. deep and hard. i wanna feel you.mau punya lo jauh di dalem gue sampe gue rasain itu di perut. wanna feel your hot and creamy cum inside too. ahh—pasti nikmat banget nyatu di badan gue, lengket, gak akan ilang cuma sekali mandi—“&#xA;&#xA;mingyu tidak membiarkan minghao menyudahi kalimatnya sebelum ia menyerang lubang minghao tanpa ampun seperti pernyataannya sebelumnya.&#xA;&#xA;“fuck, hao—lo arghhh— gila. sumpah, sesempit ini—“&#xA;&#xA;“tadi kan cuma pake jari gue. kurang…” minghao whimpers.&#xA;&#xA;mingyu sudah hampir kehilangan akal. yang ia rasakan di sekujur tubuhnya sangat hangat, sangat lunak, memanjakan kejantanannya dengan eratan kuat. ia mendorong dengan segala kekuatannya untuk menjamahi titik ternikmat minghao.&#xA;&#xA;“ah— gyu, terus, di situ, ermmmh, fuck.” racau minghao. tubuhnya tersentak tidak berdaya di atas kasur yang berderit dan mengenai tembok berulang-ulang akibat dorongan keras mingyu.&#xA;&#xA;“kemana aja kita, kalo lo enak gini harusnya udah dari lama.”&#xA;&#xA;“gue udah ngodein lo dari lama. lo nya aja yang gak peka!”&#xA;&#xA;mingyu tertawa, “maafin. gue kan mencoba memiliki pertahanan. walau akhirnya runtuh juga gara-gara lo yang nakal.”&#xA;&#xA;“gue gak nakal, lo gak gerak sih.”&#xA;&#xA;mingyu menanggapinya dengan mendorong pinggangnya lebih dalam dan dengan sudut yang berbeda. minghao hampir teriak saat mingyu berulang kali mendesak prostatnya. tempat pertemuan tubuh mereka sudah tidak karuan bercampur antara keringat, lube, dan precum.&#xA;&#xA;“udah deket?”&#xA;&#xA;minghao mengangguk.&#xA;&#xA;“lo bisa tanpa disentuh?”&#xA;&#xA;“hi—iyaah. just keep fucking me, i no longer can resi—ahhh mingyu!”&#xA;&#xA;minghao berteriak ketika ia klimaks. ia tidak bisa mendengar apapun lagi yang terjadi di sekitarnya dan hanya membiarkan mingyu terus menerus menggempurnya hingga ia mengisinya dengan cairan hangat putih darinya.&#xA;&#xA;mingyu berdiam sementara hingga ia rasa energinya telah kembali, baru ia bangkit melepaskan diri dari minghao. pandangannya terpaku kepada selangkangan mereka di mana jejak sperma menetes keluar dari lubang minghao. jemarinya perlahan mengembalikan tetesan ke arah sebaliknya, mencuatkan cicitan lemah dari sang roommate. “ah, jangan ah—“&#xA;&#xA;“nggak kok. cuma mau… biar lo inget terus.”&#xA;&#xA;minghao manages to let out a breathy laugh. “apa sih…”&#xA;&#xA;“biar lo inget kalo ada gue—pernah di dalem lo.” mingyu menundukkan diri untuk mengecup tulang rusuk minghao lembut. pelan ia naik ke atas, hingga menyentuh pertemuan antara leher dan rahang roommatenya itu.&#xA;&#xA;minghao pun meraih sisi wajah mingyu dan mengelusnya. ia tersenyum. “kalo begitu, kayaknya gue butuh reminder lebih banyak lagi.”&#xA;&#xA;keduanya pun menyeringai bersama dan saling mempertemukan bibir mereka dalam satu ciuman panas yang baru akan menjadi awal yang baru bagi mereka.]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p><strong>tags</strong>: unprotected sex, creampie, dirty talk, and they were ROOMMATE.</p>



<hr>

<p>tata krama sebelum masuk ke kamar seseorang itu adalah ketuk pintunya terlebih dahulu. bahkan untuk seorang roommate sekalipun. itulah yang seharusnya dipelajari mingyu sejak awal sebelum ia mendapati pemandangan di depan matanya saat ini.</p>

<p>minghao, yang setengah telanjang, sedang berusaha mengambil gambar provokatif —lagi —di atas tempat tidurnya. namun, bagian yang paling mengejutkan bukan itu. ia sudah melihat minghao bertelanjang dada lebih dari yang bisa ia hitung.</p>

<p>kali ini ia mengenakan bralette berenda warna hitam dan kakinya dibalut stocking warna senada. dia terlihat sangat seksi dengan sedikit sapuan makeup di matanya. sungguh, yang akan mendapat kiriman gambar dari keadaan minghao saat ini adalah orang yang paling beruntung sedunia. yang mana membuat mingyu sedikit iri.</p>

<p>oke, tidak sedikit, tapi sangat iri.</p>

<p>oh, fuck. mingyu harus berpaling sekarang.</p>

<p>mingyu berdeham untuk menyembunyikan kegugupannnya saat ia beradu tatap dengan empunya kamar.</p>

<p>namun bukannya raut wajah terkejut yang ia dapatkan pada minghao, tetapi ia malah sedikit terpana dan tersenyum kecil.</p>

<p>“mingyu? you caught me in a bad time, i guess.”</p>

<p>mingyu menelan ludah. baik, ia tidak merasakan ada penolakan, jadi ia tetap tenang dan melangkah masuk.</p>

<p>“itu, gue pinjem alat pembolong kertas ada gak? lo punya kan?”</p>

<p>minghao mengangguk kecil sambil menunjuk ke arah mejanya. “iya, ada di atas situ cari aja.”</p>

<p>mingyu pun melangkah mendekati meja untuk mengambil apa yang ia inginkan. dan tentu saja, ada saja cara terbaik semesta untuk mempermainkannya.</p>

<p>ia menemukan botol lube yang tertutup tidak sempurna di atas meja minghao. ia berusaha mengabaikannya namun apa daya, dirinya terlahir ceroboh. botol lube itu terjatuh ke lantai saat ia hendak mengambil alat pelubang kertas.</p>

<p>mingyu menggigit bibirnya. ia tidak tahu apa yang mendorongnya tetapi ia melirik minghao yang sedang duduk di atas tempat tidur, menatapnya dengan pandangan yang tidak terbaca. membuat mingyu cepat mengambil botol itu dan menekan tutupnya rapat.</p>

<p>“k-kurang rapet lo nutupnya. untung ga tumpah,” ucap mingyu. fuck, what am i saying?!</p>

<p>minghao malah tertawa. “well, thanks. udah lo minjem itu doang?”</p>

<p>mingyu mengangguk, merasa kalau ia membuka mulutnya sekali lagi, ia hanya akan mempermalukan dirinya lebih jauh.</p>

<p>“gue balik dulu—“</p>

<p>“eh, gyu. siniin botolnya tadi.”</p>

<p>“hah?”</p>

<p>“lemparin botol lube ke gue. gue males turun.”</p>

<p>tubuh dan otak mingyu seakan berjalan dengan auto pilot. bedanya, perintah minghao menyuruhnya untuk melempar tidak ia laksanakan. ia malah memberi botol yang dimaksud tepat ke tangan minghao.</p>

<p>“oh, makasih.”</p>

<p>keduanya saling menatap dengan pandangan membara. mereka sama-sama tahu dalam hati apa yang sedang mereka lakukan. berdansa di atas batas tipis yang sebentar lagi akan hancur jika salah satu dari mereka ada yang berani mengambil langkah.</p>

<p>“lo mau ngambil foto lagi?” bisik mingyu dengan nada rendah.</p>

<p>minghao mengangguk pelan. “hm hm.”</p>

<p>“buat… seokmin?” gigi mingyu bergertak.</p>

<p>minghao mengulas senyum tipis. “kenapa emang? fwb-an gue cuma dia.”</p>

<p>mingyu mendengus sebal mendengar istilah itu. sejujurnya term fwb tidak cocok di konteks seokmin dan minghao. mereka lebih pantas dipanggil “strangers with benefits” atau sejenisnya.</p>

<p>karena kalau benar-benar friends, harusnya mingyu yang menempati posisi itu.</p>

<p>“show me.”</p>

<p>hening menyelimuti.</p>

<p>“you wanna?”</p>

<p>“hm.”</p>

<p>minghao tersenyum. ia mengambil posisi di tengah tempat tidur dengan kaki terbuka. lelaki kurus itu membuka tutup botol lube dan menuangkan isinya ke jari-jari lentiknya. kemudian ia turunkan celana dalam yang ia kenakan hingga ke paha. perlahan jarinya menelisik ke arah dalam lubangnya, membuatnya mengeluarkan erangan lemah.</p>

<p>mingyu memerhatikan teman sekamarnya itu dengan tatapan intens. ia tidak tahu harus bereaksi seperti apa. matanya bergerak seolah tak fokus harus melihat ke wajah minghao atau ke tangannya yang sedang beraksi keluar masuk dengan lihai. saat sudah empat jari yang terlibat, ia pun maju untuk menghentikan gerakan tangan minghao.</p>

<p>“can i?”</p>

<p>“sure.”</p>

<p>saat mingyu menyentuh permukaan lubang yang sudah sangat basah, menggoda untuk segera dimasuki, roommatenya itu berkata,</p>

<p>“gyu, gak usah pelan-pelan. gue udah capek nunggu lo.”</p>

<p>mingyu terkesiap dan tanpa pikir panjang ia menanggalkan seluruh pakaiannya dan segera menggesekkan kepala kejanatanannya di pembukaan minghao, membuatnya menarik napas.</p>

<p>“lo yakin? karena gue beneran gak akan berhenti habis ini sekalipun lo memohon.”</p>

<p>minghao melengkungkan dadanya. pahanya ia buka lebar-lebar sambil membuka, mempertontonkan analnya seolah siap untuk melahap apa yang dipunyai mingyu. “please gyu. lo udah lama nahan kan? sama, gue juga. please, fuck me. deep and hard. i wanna feel you.mau punya lo jauh di dalem gue sampe gue rasain itu di perut. wanna feel your hot and creamy cum inside too. ahh—pasti nikmat banget nyatu di badan gue, lengket, gak akan ilang cuma sekali mandi—“</p>

<p>mingyu tidak membiarkan minghao menyudahi kalimatnya sebelum ia menyerang lubang minghao tanpa ampun seperti pernyataannya sebelumnya.</p>

<p>“fuck, hao—lo arghhh— gila. sumpah, sesempit ini—“</p>

<p>“tadi kan cuma pake jari gue. kurang…” minghao whimpers.</p>

<p>mingyu sudah hampir kehilangan akal. yang ia rasakan di sekujur tubuhnya sangat hangat, sangat lunak, memanjakan kejantanannya dengan eratan kuat. ia mendorong dengan segala kekuatannya untuk menjamahi titik ternikmat minghao.</p>

<p>“ah— gyu, terus, di situ, ermmmh, fuck.” racau minghao. tubuhnya tersentak tidak berdaya di atas kasur yang berderit dan mengenai tembok berulang-ulang akibat dorongan keras mingyu.</p>

<p>“kemana aja kita, kalo lo enak gini harusnya udah dari lama.”</p>

<p>“gue udah ngodein lo dari lama. lo nya aja yang gak peka!”</p>

<p>mingyu tertawa, “maafin. gue kan mencoba memiliki pertahanan. walau akhirnya runtuh juga gara-gara lo yang nakal.”</p>

<p>“gue gak nakal, lo gak gerak sih.”</p>

<p>mingyu menanggapinya dengan mendorong pinggangnya lebih dalam dan dengan sudut yang berbeda. minghao hampir teriak saat mingyu berulang kali mendesak prostatnya. tempat pertemuan tubuh mereka sudah tidak karuan bercampur antara keringat, lube, dan precum.</p>

<p>“udah deket?”</p>

<p>minghao mengangguk.</p>

<p>“lo bisa tanpa disentuh?”</p>

<p>“hi—iyaah. just keep fucking me, i no longer can resi—ahhh mingyu!”</p>

<p>minghao berteriak ketika ia klimaks. ia tidak bisa mendengar apapun lagi yang terjadi di sekitarnya dan hanya membiarkan mingyu terus menerus menggempurnya hingga ia mengisinya dengan cairan hangat putih darinya.</p>

<p>mingyu berdiam sementara hingga ia rasa energinya telah kembali, baru ia bangkit melepaskan diri dari minghao. pandangannya terpaku kepada selangkangan mereka di mana jejak sperma menetes keluar dari lubang minghao. jemarinya perlahan mengembalikan tetesan ke arah sebaliknya, mencuatkan cicitan lemah dari sang roommate. “ah, jangan ah—“</p>

<p>“nggak kok. cuma mau… biar lo inget terus.”</p>

<p>minghao manages to let out a breathy laugh. “apa sih…”</p>

<p>“biar lo inget kalo ada gue—pernah di dalem lo.” mingyu menundukkan diri untuk mengecup tulang rusuk minghao lembut. pelan ia naik ke atas, hingga menyentuh pertemuan antara leher dan rahang roommatenya itu.</p>

<p>minghao pun meraih sisi wajah mingyu dan mengelusnya. ia tersenyum. “kalo begitu, kayaknya gue butuh reminder lebih banyak lagi.”</p>

<p>keduanya pun menyeringai bersama dan saling mempertemukan bibir mereka dalam satu ciuman panas yang baru akan menjadi awal yang baru bagi mereka.</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://paper.wf/guchiled/dont-swerve-gyuhao</guid>
      <pubDate>Thu, 22 Sep 2022 14:39:37 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>seokgyuhao a/b/o nsfw 🔞</title>
      <link>https://paper.wf/guchiled/seokgyuhao-abo-nsfw</link>
      <description>&lt;![CDATA[tags: alpha!minghao, alpha!mingyu, omega!seokmin, threesome m/m/m, blow job, anal sex, casual sex&#xA;&#xA;!--more--&#xA;---&#xA;&#xA;proses perkenalan mereka sangatlah singkat. seokmin orang yang sangat bisa beradaptasi secara singkat dan mengungkapkan apa yang ia suka dan tidak suka. belum lagi sikapnya yang manis membuat kedua alpha, mingyu dan minghao semakin tidak sabar untuk menjamahinya.&#xA;&#xA;itulah bagaimana mereka mendapatkan seokmin di posisi yang mereka mau saat ini. &#xA;&#xA;minghao berlutut di depan wajah seokmin yang sedang berada di posisi kaki empat, bersiap memasuki mulutnya dengan penis besar yang sudah mengeras itu. ia berulang kali menggoda sang omega dengan hanya memberi ujungnya saja kemudian ia tarik kembali. membuat omega itu mengejar ujung kepala penisnya seperti seekor anjing terhadap pancingannya.&#xA;&#xA;sedangkan mingyu, di belakang seokmin, sibuk memainkan jarinya di sekitar anal seokmin, menggodainya hanya dengan sesekali memasukkan satu jari dan mendiamkannya hingga seokmin mengeram ingin lebih. lalu ia tarik lagi.&#xA;&#xA;“you guys are such a tease.”&#xA;&#xA;“welcome to the play, baby.” sambut minghao.&#xA;&#xA;seokmin mengerang keras. bingung antara ingin maju atau mundur.&#xA;&#xA;“please, kasih gue. dua-duanya. mau lebih…”&#xA;&#xA;mingyu menyahut, “lebih apa maksudnya? lebih lama? lebih main-main?”&#xA;&#xA;“lebih enak. mau knot alpha… inside me.” lirih sang omega.&#xA;&#xA;“fuck, omega. aren’t you a sweet little thing?” minghao meremas rambut seokmin hingga ia melirik ke arahnya. “mau dipenuhin dari dua arah?”&#xA;&#xA;seokmin mengangguk antusias.&#xA;&#xA;“rakus banget? satu aja ga cukup?” imbuh mingyu sambil tertawa.&#xA;&#xA;“mau kalian. omega is ready for you two, alpha.”&#xA;&#xA;and the two alphas’ inhibitions broke down right there and now.&#xA;&#xA;mingyu melesakkan masuk kejantanannya ke dalam seokmin. ia terus mendorong hingga ia tak mampu lagi meraih titik terdalamnya. sensasi hangat serta cengkraman kuat dari dinding seokmin menyelimutinya. ia melenguh keras, berusaha menahan untuk tidak segera mendorong dan menggempurnya secepat mungkin.&#xA;&#xA;di sisi lain, minghao mendorong masuk ke dalam mulut seokmin yang telah terbuka lebar menunggunya. good thing seokmin has no gag reflex so minghao can go as far and as deep as he wants.&#xA;&#xA;“pretty omega. you’re so good for us.” minghao compliments him. it encourages seokmin to take him even more deeper. “ah—fuck, see, jago banget mulut kamu. banyak alpha yang kamu giniin?”&#xA;&#xA;seokmin menggeram sebagai jawaban. hal itu membuat mingyu tertawa di belakang. “little omega likes taking cocks, yeah? liat tuh, arghhh, anjing—becek banget. you’re loving this aren’t you?”&#xA;&#xA;sang omega hanya bisa menggumam. cengkraman tangan mingyu di pinggangnya sangat erat. pinggul mingyu semakin bergerak cepat mengakibatkan suara hentakan antar kulit terdengar nyaring. sensasi panas dan nyeri mulai terasa di area itu namun mereka abaikan demi mencapai puncak kenikmatan.&#xA;&#xA;minghao pun melakukan hal yang sama pada rongga mulut sang omega. ia mendorong dan menarik dengan ritme yang hampir setara dengan mingyu. kadang ia berhenti untuk merasakan ujung kepalanya berada di pangkal tenggorokan seokmin. tangannya bergerak menuju leher omega itu untuk merasakan ereksinya yang terbentuk jelas di sana.&#xA;&#xA;“i’m gonna come. do you want my knot, omega?”&#xA;&#xA;seokmin menarik dirinya dari minghao sementara untuk menjawab. “yes, alpha. gimme your knot, please—AH!”&#xA;&#xA;mingyu then comes and thrusting his hips so wildly before stilling inside, letting his knot grows and locks him inside the omega.&#xA;&#xA;the omega sobs and comes so hard his body is shaking entirely.&#xA;&#xA;melihat hal itu, minghao mengocok sendiri kejantanannya dan mengarahkan dirinya ke wajah tidak karuan yang telah dibasahi air mata. tak seberapa lama, cairan putih mengucur deras dari dirinya, landing perfectly on his forehead to his sharp nose and down his lips and chin.&#xA;&#xA;minghao smiles slowly at the debauched looks on the omega. “so fucking good for us. should we keep him, gyu?”&#xA;&#xA;mingyu nods frantically. “of course. yeah. we like to keep pretty things, don’t we, hao?”&#xA;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p><strong>tags</strong>: alpha!minghao, alpha!mingyu, omega!seokmin, threesome m/m/m, blow job, anal sex, casual sex</p>



<hr>

<p>proses perkenalan mereka sangatlah singkat. seokmin orang yang sangat bisa beradaptasi secara singkat dan mengungkapkan apa yang ia suka dan tidak suka. belum lagi sikapnya yang manis membuat kedua alpha, mingyu dan minghao semakin tidak sabar untuk menjamahinya.</p>

<p>itulah bagaimana mereka mendapatkan seokmin di posisi yang mereka mau saat ini.</p>

<p>minghao berlutut di depan wajah seokmin yang sedang berada di posisi kaki empat, bersiap memasuki mulutnya dengan penis besar yang sudah mengeras itu. ia berulang kali menggoda sang omega dengan hanya memberi ujungnya saja kemudian ia tarik kembali. membuat omega itu mengejar ujung kepala penisnya seperti seekor anjing terhadap pancingannya.</p>

<p>sedangkan mingyu, di belakang seokmin, sibuk memainkan jarinya di sekitar anal seokmin, menggodainya hanya dengan sesekali memasukkan satu jari dan mendiamkannya hingga seokmin mengeram ingin lebih. lalu ia tarik lagi.</p>

<p>“you guys are such a tease.”</p>

<p>“welcome to the play, baby.” sambut minghao.</p>

<p>seokmin mengerang keras. bingung antara ingin maju atau mundur.</p>

<p>“please, kasih gue. dua-duanya. mau lebih…”</p>

<p>mingyu menyahut, “lebih apa maksudnya? lebih lama? lebih main-main?”</p>

<p>“lebih enak. mau knot alpha… inside me.” lirih sang omega.</p>

<p>“fuck, omega. aren’t you a sweet little thing?” minghao meremas rambut seokmin hingga ia melirik ke arahnya. “mau dipenuhin dari dua arah?”</p>

<p>seokmin mengangguk antusias.</p>

<p>“rakus banget? satu aja ga cukup?” imbuh mingyu sambil tertawa.</p>

<p>“mau kalian. omega is ready for you two, alpha.”</p>

<p>and the two alphas’ inhibitions broke down right there and now.</p>

<p>mingyu melesakkan masuk kejantanannya ke dalam seokmin. ia terus mendorong hingga ia tak mampu lagi meraih titik terdalamnya. sensasi hangat serta cengkraman kuat dari dinding seokmin menyelimutinya. ia melenguh keras, berusaha menahan untuk tidak segera mendorong dan menggempurnya secepat mungkin.</p>

<p>di sisi lain, minghao mendorong masuk ke dalam mulut seokmin yang telah terbuka lebar menunggunya. good thing seokmin has no gag reflex so minghao can go as far and as deep as he wants.</p>

<p>“pretty omega. you’re so good for us.” minghao compliments him. it encourages seokmin to take him even more deeper. “ah—fuck, see, jago banget mulut kamu. banyak alpha yang kamu giniin?”</p>

<p>seokmin menggeram sebagai jawaban. hal itu membuat mingyu tertawa di belakang. “little omega likes taking cocks, yeah? liat tuh, arghhh, anjing—becek banget. you’re loving this aren’t you?”</p>

<p>sang omega hanya bisa menggumam. cengkraman tangan mingyu di pinggangnya sangat erat. pinggul mingyu semakin bergerak cepat mengakibatkan suara hentakan antar kulit terdengar nyaring. sensasi panas dan nyeri mulai terasa di area itu namun mereka abaikan demi mencapai puncak kenikmatan.</p>

<p>minghao pun melakukan hal yang sama pada rongga mulut sang omega. ia mendorong dan menarik dengan ritme yang hampir setara dengan mingyu. kadang ia berhenti untuk merasakan ujung kepalanya berada di pangkal tenggorokan seokmin. tangannya bergerak menuju leher omega itu untuk merasakan ereksinya yang terbentuk jelas di sana.</p>

<p>“i’m gonna come. do you want my knot, omega?”</p>

<p>seokmin menarik dirinya dari minghao sementara untuk menjawab. “yes, alpha. gimme your knot, please—AH!”</p>

<p>mingyu then comes and thrusting his hips so wildly before stilling inside, letting his knot grows and locks him inside the omega.</p>

<p>the omega sobs and comes so hard his body is shaking entirely.</p>

<p>melihat hal itu, minghao mengocok sendiri kejantanannya dan mengarahkan dirinya ke wajah tidak karuan yang telah dibasahi air mata. tak seberapa lama, cairan putih mengucur deras dari dirinya, landing perfectly on his forehead to his sharp nose and down his lips and chin.</p>

<p>minghao smiles slowly at the debauched looks on the omega. “so fucking good for us. should we keep him, gyu?”</p>

<p>mingyu nods frantically. “of course. yeah. we like to keep pretty things, don’t we, hao?”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://paper.wf/guchiled/seokgyuhao-abo-nsfw</guid>
      <pubDate>Mon, 19 Sep 2022 09:40:31 +0000</pubDate>
    </item>
  </channel>
</rss>