seokcheol one shot — after jiu jitsu 🔞

tags: top!seokmin, bottom!seungcheol, dom/sub undertones, shower sex, rough sex, barebacking, creampie, vulgar language.


seungcheol kalah.

itu berarti ia harus rela melakukan apa saja atas kemauan seokmin.

begitulah perjanjian yang ia sepakati dengan yang lebih muda sebelum bertanding jiu jitsu hari ini. seungcheol terlalu merasa over-confident (tabiat seorang leo) sehingga saat ia lengah, seokmin memanfaatkannya dan menindihnya sampai ia tidak bergerak di lantai.

seungcheol kesal. ia sudah lebih dulu berlatih jiu jitsu tetapi tetap kalah dari seokmin yang notabene baru beberapa kali ikut latihan. ia sangat ingin tanding ulang tetapi ia malas dibilang tidak terima kekalahan.

ia pun berjalan gontai menuju kamarnya sebelum sebuah lengan menghadangnya di depan pintu.

“hyung.” seokmin berdiri sambil tersenyum meledek. “gak lupa kan sama perjanjian kita?”

seungcheol hampir memutar bola matanya. “bisa biarin gue masuk dulu gak? masa di koridor gini?”

seokmin terkekeh geli. “gak apa-apa sih kalo itu kink lo— aw! poin 1 lo ya mukul gue.”

“dih, apa lagi.”

“lo kena poin kalo lo berusaha menyakiti gue.”

seungcheol mengerang gusar. “terus lo dari tadi di tempat latihan jiu jitsu udah kena poin berapa, sampe badan gue sakit semua.”

yang lebih muda mendekat hingga jarak muka mereka tinggal sejengkal. “awalnya sakit, lama-lama enak, kok.”

seungcheol terdiam dan menepuk dada seokmin hingga yang muda mengaduh kesakitan. tak lama ia pun tertawa.

“bocah gila.”

mereka berdua pun masuk ke apartment seungcheol dan seungcheol langsung buru-buru menuju ke kamar mandi. ia ingin segera melepas penat serta lelahnya. ia ingin tidur cepat untuk menghilangkan kesalnya.

di tengah seungcheol sedang menyalakan shower dan membiarkan air mengguyur seluruh tubuhnya, ia tidak sadar kalau seokmin menyelinap masuk. awalnya seokmin tidak mengira pintu kamar mandi akan terbuka tetapi kini ide nakal muncul di benaknya.

ia berjalan menuju shower box yang terbuat dari kaca dan memperhatikan seungcheol dari luar. bukan pertama kalinya ia dan seungcheol melihat keadaan telanjang keduanya—sudah terlampau sering. mereka tinggal bersama sebagai roommate sudah sejak 2 tahun lalu. jadi melihatnya telanjang begini tentu sudah biasa.

yang tidak biasa adalah rasa yang muncul di sekujur tubuhnya. seungcheol yang akhir-akhir ini sedang giat work out mulai menunjukkan hasilnya. otot di lengan serta tubuhnya mulai membentuk sempurna. membuat seokmin menelan ludahnya dan terkesima. dibanding seungcheol 2 tahun lalu yang badannya biasa saja, seungcheol kini membangkitkan perasaan primal yang ada di dalam diri laki-laki.

seokmin mendorong pintu shower dan berjalan masuk ke dalam. membuat seungcheol sedikit terlonjak kaget. seokmin masuk dengan keadaan sudah telanjang bulat dan tersenyum lebar. ia mendekat ke bawah pancuran air, sedikit menggeser posisi seungcheol. seungcheol pun acuh dan membiarkan yang lebih muda itu mandi bersamanya.

bukan kali pertama mereka mandi bersama. tapi kali ini hawanya berbeda dan mereka berdua tahu itu. seokmin mengambil langkah maju, ingin mengatur suhu airnya agar sesuai kemauannya. seungcheol yang berdiri di depannya terpaksa menunduk agar seokmin bisa melakukan pengaturan. di tengah menekan-nekan tombol keran, seungcheol bisa merasakan sesuatu menyentuh bagian belakangnya berkali-kali. seungcheol menggigit bibir bawahnya, berusaha berdiam diri dan mengabaikannya.

tetapi seokmin sepertinya tidak tinggal diam. ia memajukan lagi badannya hingga penis besarnya menempel pada punggung seungcheol. seungcheol kelepasan mendesahkan “ahh—“ dan membuat seokmin menatapnya.

“sorry, hyung. kerannya susah diatur.”

seungcheol mendelik dan mendorong balik pinggulnya dengan harapan ia memberhentikan kelakuan seokmin.

tindakan yang salah.

seokmin malah memperangkap pinggangnya dan menahannya. kini penisnya berhimpitan persis di sela bokong seungcheol yang padat berisi. seokmin berbisik di telinga yang lebih tua.

“hyung, tadinya gue mau ambil hadiah habis kita mandi. tapi gue berubah pikiran karena lo sendiri yang jahil.”

“apaan sih—“

“lo mau dientot disini?”

seungcheol tidak menyangka perkataan kotor seokmin membuatnya bergidik. seokmin menggesekkan berulang kali bagian bawahnya dengan bokong seungcheol, membuat dirinya tegak sempurna. seungcheol berusaha menahan dirinya namun ia tidak berdaya.

seungcheol menggigit bibirnya dan mengatakan, “iya.”

“iya apa, hyung?”

“iya buruan masukin gue.” pinta seungcheol setengah merintih.

seokmin menyeringai. “gitu dong.”

yang lebih muda pun meludahi jarinya dan membawanya ke depan lubang seungcheol. ia bawa jari tengahnya ke dalam tubuh seungcheol, lalu jari kedua, dan menyusul jari ketiga. seokmin mendorong dan memutar pergelangan tangannya hingga seungcheol menggelinjang. punggungnya melengkung dan tangannya menahan diri di dinding marble agar tidak jatuh.

saat dirasa cukup, seokmin membawa penis tegangnya ke depan lubang seungcheol. ia coba masukkan kepala penisnya dan menggeseknya perlahan kemudian ia tarik lagi. berulang kali hingga seungcheol memohon.

“seok… buruan.”

“hm. kenapa jadi lo yang ngatur?”

“seok— ah please. masukin kontol lo, gue gak tahan—ahhh”

ucapan seungcheol terpotong desahan tak terkendali akibat seokmin yang mendorong masuk tanpa aba-aba. seungcheol tidak dapat menyalahkan seokmin karena memang inilah yang ia inginkan.

seokmin mulai dengan ritme biasa. memasukkan setengah lalu menariknya. masuk lagi lebih dalam kemudian hampir seluruhnya. seokmin mendorong dengan sudut berbeda untuk menemukan titik terdalam seungcheol. seungcheol yang tidak tahan dengan ritme ini menarik pinggul seokmin dan memberi sinyal untuk bergerak lebih cepat. seokmin pun mengerti dan melancarkan aksinya.

“tadi gue keren gak hyung?” seokmin berbisik di telinga seungcheol. ia bisa merasakan seringai kecil di bibir pemuda itu terulas. seungcheol menolak memberinya apa yang ia ingin dengar, mengakibatkan seokmin bergerak lebih kasar dan mendorong ke dalam.

seungcheol hanya merintih sambil memaju-mundurkan pinggulnya mengikuti seokmin yang menghujamnya dari belakang. alhasil suara kepakan kulit terdengar sangat keras mengalahkan suara air shower yang jatuh.

“waktu nindih lo tadi, gue udah ngebayangin ini hyung. ugh— ngebayangin kontol gue masukin lo. nyodok sampe ke dalem. bikin lo nangis kejer sampe nagih.”

seungcheol merasa malu karena apa yang dideskripsikan seokmin adalah yang terjadi pada dirinya sekarang. ia seakan tidak lagi bermartabat di bawah kendali pemuda ini. ia hanya seorang lelaki yang kegunaannya untuk dipakai memuaskan hasrat seokmin.

“gimana, hyung? enak ‘kan hyung? enak disodok kontol gede gue?”

“hngggh, enak, enak banget— ahh, lagi seok. lagi, terus.”

“lo juga enak banget, fuck. udah lama pengen ngentot sama lo hyung. lo seksi, ganteng, badan lo… ah— kekar. anjing, hyung, ketatin lagi di bawah—“

gerakan seokmin semakin tidak beraturan ketika ia merasakan semakin sempitnya lubang seungcheol. ia berusaha menahan agar tidak terlalu kasar tetapi sepertinya seungcheol ingin kebalikannya. ia terus menerus mengetatkan diri dan mendorong pinggulnya ke arah dorongan seokmin seperti tidak ingin berhenti.

“lo paling enak, seok. dalem banget nyodoknya —ah, bentar lagi keluar—“

“keluar pas gue bilang keluar. jangan duluan.”

seungcheol hanya bisa meringis menahan diri. ia harus secara fisik berhenti sejenak karena sebetulnya dia sudah tidak tahan ingin keluar. orgasme yang tertahan menjadi kelemahannya.

sementara itu, seokmin makin melancarkan dorongan pinggulnya hingga ia merasakan cairan precumnya membasahi seluruh dirinya. cairan pekat dan lengket membuat ia semakin menggila. ia ingin segera tuntas di dalam seungcheol.

seokmin pun meraih penis seungcheol yang daritadi tidak mendapat perhatian. ia menaik turunkan tangannya sesuai irama dorongan pinggulnya. seungcheol setengah berteriak karena sensitivitasnya sangat tinggi. usahanya menahan orgasme runtuh. ia pun keluar hingga cairan putihnya mengenai dinding kamar mandi dan tangan seokmin sangat banyak.

seokmin melambatkan ritmenya dan mendorong sekali lagi dengan sangat keras dan dalam. seokmin mengerang selama ia mengucurkan cairannya ke dalam seungcheol.

air shower masih mengalir membasahi tubuh mereka. seokmin menarik dirinya dari dalam seungcheol. ia melihat cairan pekatnya menuruni paha seungcheol dan terbilas dengan air.

“lo keluar duluan sebelum gue bilang.”

“seok…”

“abis mandi, siap-siap lagi. kita belum selesai.”