seokhan nsfw one shot 🔞

tags: barebacking, creampie, cockwarming, dirty talk.


seokmin is a little handsy tonight.

semenjak dia menapakkan kaki di apartment yang mereka tinggali dan mencium jeonghan tepat di dahi sebagai ucapan selamat datangnya, ia tidak berhenti memegang atau sekadar kontak fisik dengan kekasihnya itu. jeonghan sendiri tidak keberatan, tetapi ia tetap merasa ada yang beda dengan seokmin hari ini.

“seok, lagi kenapa sih kamu?” tanya jeonghan saat mereka berbaring dan berangkulan di kasur sambil melihat acara talk show malam di tv. tangan seokmin yang tengah mengusap perut rata jeonghan tiba-tiba berhenti lalu ia tersenyum lucu.

“lagi pengen pegang-pegang kamu. emang gak boleh?”

“bahasanya ih. ya tau pegang-pegang tapi kayaknya kamu lebih dari biasanya.”

“lebih apa?”

“ya gitu.”

jemari seokmin perlahan meraba puting lelaki yang lebih tua dan memuntirnya. “tuh kan.”

“apanya tuhkan, jeonghan… tuh kan kamu suka.”

seokmin mengendusi panjang leher jeonghan dan menghirup aroma tubuhnya yang familiar. campuran antara sabun mandi yang segar, cologne, serta wangi badan alami yang seokmin sudah sangat kenali. hal itu membangkitkan jiwanya dan memberinya kepercayaan diri untuk membalikkan tubuh jeonghan dari yang membelakanginya.

seokmin tidak buang waktu dan segera menurunkan celana tidur jeonghan dan dirinya. ia menggesekkan miliknya tepat di atas penis jeonghan yang masih setengah keras. setelah beberapa gesekan dan lenguhan, seokmin dibantu tangannya mengocok kepunyaan mereka berdua. ia berangsur memperlambat gerakannya untuk menambahkan sensasi. jeonghan merintih, meminta lebih.

“seokmin, jangan bikin kesel.” ujar jeonghan datar.

seokmin terkekeh kecil. ia menghentikan aksinya memainkan kedua penis mereka untuk menggoda jeonghan.

“kenapa sih, emang? aku kan mau kenalan dulu—ow, sakit.” seokmin mengaduh ketika kekasihnya itu mencubit lengannya yang kekar.

“aneh-aneh aja lagian kamu.”

“malu ya? gak apa-apa. junior kamu lucu kok. gemes…” seokmin mendekatkan bibirnya ke telinga si yang berambut panjang. “kecil, lucu, kalo udah sange negak sendiri. pas banget buat dilahap.”

jeonghan mengangkat pinggulnya sebagai respon. “seok…”

“hm? mau dilahap atau mau ngelahap?”

“kamu a—aku mau kamu.”

“aku masukin aja deh ya? kelamaan kalo blowjob.”

tanpa menunggu persetujuan verbal, seokmin langsung mendorong masuk. kaget dengan intrusi tiba-tiba, jeonghan berteriak kencang hingga mungkin satu lantai apartmentnya bisa mendengar.

“sssh, we don’t want your neighbor coming knocking at the door and filing noise complaint, do we?”

jeonghan menggeleng sambil menatap ke atas. ia ingin sekali berteriak akibat nikmat yang ia rasakan. tapi terhenti karena seokmin langsung membangun irama cepat dalam menggempurnya.

suara lenguhan dan desahan memenuhi indera pendengaran kedua insan yang sedang memadu cinta. peluh keringat dan cairan lengket tanda perpaduan manis antara tubuh mereka menjadi saksi akan panasnya malam itu. peraduan kulit terdengar nyaring beraturan seperti staccato.

seokmin masih memberikan dorongan kuat kepada pria di bawahnya terus-menerus. ia ayunkan pinggulnya dengan kencang hingga pantat mulus jeonghan menempel erat dengan pelvisnya. ia sesekali melihat ke bawah untuk menyaksikan dirinya masuk keluar lubang surgawi itu.

“seok, seok… uhhh” jeonghan merintih.

“dikit lagi, sayang. tahan oke?”

tidak mendengar jawaban, seokmin melambatkan ritmenya dan mendorong kuat sekali lagi. “iya, iya. udah selesain aku—“

“of course i will babe.”

hanya butuh beberapa dorongan hingga seokmin menyemburkan cairan hangat di dalam jeonghan dengan sangat banyak. mereka berdua terlarut dalam kemabukan seks.

seokmin masih mengatur napasnya saat jeonghan mengerang. “udahan, seok.”

seokmin menggeleng keras dan memeluk pinggang jeonghan lebih erat lagi.

“nanti dulu. biarin di dalem dulu.”

“lengket tau ah.”

seokmin merendahkan dirinya untuk berbisik di telinga jeonghan. “it’s alright. lebih enak lagi sensasinya.” seokmin menyeringai.

jeonghan memutar matanya, malas mengakui kalau ia diam-diam juga menikmati kehangatan yang seokmin (and his dick) berikan.