seoksoon nsfw one shot 🔞
tags: blow jobs, deepthroating, light spanking, creampie
semua ini ide soonyoung.
dari lampu tidur yang ia beli dari marketplace online untuk mengganti penerangan, hingga musik seduktif yang ia putar di ruangan. ia berjalan menuju seokmin —kekasihnya— yang duduk di atas kursi sofa di kamar tidur mereka, terbebas dari celana kerjanya, hanya berbalut boxer.
soonyoung sendiri mengenakan bath robe satin tipis berwarna pink keemasan. bagian depan dibiarkan terbuka memperlihatkan kaki serta paha kencangnya, leaving nothing to the imagination. ia juga sengaja tidak mengikat bath robe itu sehingga otot perutnya terlihat. seokmin menelan ludahnya.
“perlu nyanyi gak pas kamu strip tease?” seokmin menggoda soonyoung.
“ah, tuh kan jadi out of character deh. gak bisa apa kamu bikin mood yang seksi dikit gitu?” rengut soonyoung meskipun ada senyum kecil di ujung bibirnya.
“gak perlu dibuat mood, kamu juga udah seksi.” seokmin tersenyum lebar.
ia meraih pinggang soonyoung saat kekasihnya itu berdiri di depannya. menciumi setiap inci permukaan kulit perutnya. soonyoung menghembuskan napas ketika seokmin mencapai bagian perut bawahnya dimana jejak happy trails mulai nampak. jemari seokmin pun tidak tinggal diam. ia menelusuri otot abdomennya yang kokoh itu dengan sentuhan sarat nafsu. menelusurinya terus hingga ke dada dan otot pectoralnya. seokmin mengusap kedua putingnya yang sudah mengeras dengan ujung jari telunjuknya, membuat soonyoung melenguh.
“ughh, seokmin, harusnya aku yang in charge, kamu diem aja—ahhh”
seokmin menyeringai. “hm? gitu? bukannya kamu senengan kalo aku yang in charge?”
“ya gantian dong, ah.”
“sorry, couldn’t help it when you’re this sexy.”
soonyoung pun melemparkan pandangan sinis. ia kemudian bersimpuh di tengah-tengah kaki seokmin. mengusap gundukan di tengahnya perlahan, membuatnya mengerang. “lepas dulu.”
“lepasin dong. katanya kamu yang kerja”
soonyoung mendengus sebal.
sejurus kemudian ia menarik celana boxer seokmin, membebaskan penisnya dari kungkungan kain itu. ia masih setengah keras, jadi soonyoung langsung bekerja dengan menjilati sepanjang organ lunak itu. seokmin merasa sedikit terkejut. ia langsung menahan kepala soonyoung sebentar.
“pake aba-aba dulu dong, yang.”
soonyoung tergelak. “aba-aba pake peluit gitu?”
“aish, semangat banget lagian. we’ve got all night, sayang. ini kan hari spesial.”
“yeah, i know. tapi besok kita juga kerja which is why i want to rush and go to sleep earlier.”
“gak mau cuti aja?”
soonyoung menggeleng. “cutinya buat akhir tahun aja sekalian vacation.”
seokmin mengangguk. “okay, whatever you want.”
“sekarang udah boleh lanjut sepongin kamu?”
seokmin tertawa. “ya, ya boleh banget, babe.”
“daritadi dong.”
soonyoung pun melanjutkan aksinya dalam mengulum milik seokmin. ia menaik turunkan kepalanya sampai setengah jalan baru kemudian ia mencoba menelan seluruhnya. ada rasa ingin menyudahi ketika ia tidak sengaja menghirup pubic hair seokmin tapi ia bisa mengembalikan lagi ritmenya. soonyoung lakukan terus berulang, hingga ia merasakan seokmin bergetar di dalam mulutnya.
“oh, babe, kamu terbaik. ummh, mulut kamu gak ada tandingannya di dunia ini.”
soonyoung semakin terpacu mendengar pujian seokmin. ia mengisap, menjilat seputaran kepalanya dengan nafsu. ia membuat kontak mata dengan seokmin yang sedang menikmatinya. soonyoung menyeringai dan mendorong batang keras seokmin lebih dalam menuju tenggorokannya. ia biarkan sejenak hingga ia merasa kehilangan napas sedikit. baru ia memundurkan kepalanya. terus menerus.
cairan bening telah mengucur sedikit demi sedikit hingga soonyoung merasakan rasa asin khas di lidahnya. rasa itu membuatnya semakin menggila. ia kulum ujung kelamin seokmin dan ia urut perpanjangannya. saat seokmin merasa sudah di ujung pelepasan, seokmin menyuruhnya untuk berhenti.
“baby, stop. mau di dalem kamu aja.”
soonyoung kembali tersenyum sarat kejahilan. ia merangkak ke atas tubuh seokmin yang terkulai, membungkukkan badannya untuk mencium seokmin. “di dalem aku?”
soonyoung menekankan perkataannya dengan menaiki seokmin dan mendudukinya. bathrobenya kini sudah ia lepas dan ia sudah telanjang bulat tanpa sehelai benang pun menutupi. ia mengayunkan tubuhnya sambil mendorong bokongnya tepat di pelvis seokmin. membuat yang lebih muda mendesah keras.
“hm hm. i wanna finish inside you. numpahin semua peju aku dalem perut kamu, sampe kamu penuh. terus dibiarin di dalem perut ini.” seokmin mengusap otot perut soonyoung yang berbentuk kotak menonjol.
“yaudah, tunggu apa lagi?”
seokmin segera bangun dan memapah soonyoung menuju ke kasur mereka. ia menanggalkan seluruh bajunya dan melemparnya sembarang. seokmin langsung menghujani leher dan dada soonyoung dengan ciuman serta gigitan kecil.
“seok… langsung aja ah.”
“iya. sabar dikit.”
seokmin segera memosisikan dirinya di depan lubang hangat soonyoung. ia menggeram saat lubang yang sudah basah itu menyapa kepemilikkannya dan serasa mencengkeramnya. soonyoung tidak pernah terasa sesempit ini.
“say—aang, oh fuck. kamu minum jamu rapet apa gimana, sih? gak masuk akal—“
“hahhh, it’s just— you’re just that big. kamu gak sadar apa?” pungkas soonyoung sambil mengeratkan pegangannya di lengan seokmin.
“masa iya?” seokmin bertanya tidak percaya.
seokmin memberhentikan diri sejenak saat ia sudah masuk seluruhnya. ia menggoyangkan pinggulnya perlahan untuk mengetes yang mana diberi anggukan, tanda lampu hijau untuknya. ia pun tidak membuang waktu lagi dan segera menopang tungkai kaki soonyoung pada lengannya. ia angkat tinggi dan memulai pergerakannya.
raut wajah soonyoung berubah. bola matanya terputar ke belakang hingga ia menutup kelopak mata. suara lenguhan tiada henti silih keluar dari mulutnya. seokmin always fucks him good and to the fullest and that’s why he fucking loves him.
yang lebih muda menambahkan kecepatannya saat soonyoung mengindikasikan kalau dirinya telah dekat dengan pelepasan. lubang analnya sudah lengket dengan cairan putih pekat. lubang itu merah karena berkali-kali dihujam seokmin tanpa ampun.
“seok—seokmin-ah. you’re fucking me so well. sumpaahh— di situ! terus terus lagi, ahhhh.”
seokmin mengulang aksinya. terus menerus. titik prostat itu menjadi ultimate goalnya untuk dihabisi.
“cantik… kamu—aaah, you take me so well, my love.” ujar seokmin sebelum mencium soonyoung sangat dalam.
seokmin menepuk bokong mulus kekasihnya itu dan meremasnya.
“kalo mau keluar, keluarin aja. aku juga—argh. bentar lagi.”
seperti dikomando, soonyoung mencipratkan ejakulasinya. berantakan dan banyak sekali.
seokmin pun tidak lama mengisi lubang soonyoung cairan dirinya. saat ia menarik diri, terlihat bagaimana berantakannya lubang kecil soonyoung itu. hampir menyedihkan namun seokmin bangga seperti ia melihat sebuah hasil karya.
“happy anniversary, cinta.”
“happy anniversary too.”