wongyu nsfw one shot 🔞

tags: riding, overstimulation, cock ring, dom/sub undertones, just mingyu being whiny basically


pahanya terasa membara akibat pertemuan antar kulit yang entah sudah berapa lama berlangsung berulang kali. namun, mingyu belum mau berhenti. belum. ia belum akan berhenti hingga ia mencapai puncaknya.

dengan napas terengah, ia mengatur ulang posisinya agar ia dapat menyentuh kembali titik kenikmatan di dalam tubuhnya dengan ujung penis wonwoo yang merangsek masuk tiada henti. ia menyandarkan diri ke belakang dengan bertumpuan pada lutut wonwoo. mingyu menggerakkan lagi pinggulnya naik turun sembari maju mundur dengan segala tenaga yang tersisa.

“udah mulai capek?” tanya wonwoo.

yang ditanya menggeleng. seakan ditantang karena pertanyaan itu, mingyu menggerakkan pinggulnya dengan cepat. suara erangan terlepas dari tenggorokannya, sangat keras. mustahil orang yang lewat di koridor tidak mendengarnya.

“terusin kalo belom capek.”

wonwoo menegakkan badannya di tempat tidur sekaligus membetulkan posisi mingyu agar nyaman. ia bergerak menciumi dada kekasihnya itu hingga ke putingnya. ia menyesapnya lembut kemudian dengan keras. gigitan kencang ikut ia sertakan hingga mendapat dorongan peringatan dari mingyu.

“kak!”

wonwoo menyeringai jahil. “sorry. couldn’t help it when it looks so delicious.” ia pun kembali menjilati dada mingyu hingga ke tulang rusuknya.

“ahh, kak—lepasin. cock ringnya lepasin.”

“hmm. udah ga kuat lagi?”

“nnggaaaa. udah sakit banget ini mau keluar.”

“sabar dulu. bentar lagi.”

mingyu tidak terima karena ia sudah sangat lelah dan merasa berhak untuk merasakan puncak. maka dari itu, ia mengeratkan bagian bawahnya, membuat wonwoo sedikit kaget dan menghentikan kegiatan menciumi tubuh indah mingyu. wonwoo melemparnya pandangan tajam. tangannya langsung mengarah ke dasar leher mingyu, mencengkramnya walau tak kencang.

“barusan apa?” bisik wonwoo, membuat mingyu bergidik.

“gak—bukan maksud—aku nggak”

“do it again and you won’t come at all tonight.”

mingyu visibly gulps. a very serious expression on wonwoo really puts him back in his place.

he continues riding wonwoo but now with wonwoo more in charge. he grips mingyu’s waist tightly, as he holds him down on his cock. he drills up into mingyu once, twice, before he spills inside him.

“kak…. mau kakak—ugh, udahan kak. mau keluar—“ racau mingyu tak karuan.

wonwoo belum mau mengalah sampai saat ini. tetapi melihat betapa desperate mingyu, ia melepaskan cock ring yang selama ini dikenakan mingyu. terdengar helaan napas lega sebelum disusul rengekan keras saat wonwoo melanjutkan aksinya di bawah sana.

“sekali lagi. tahan dulu. bisa kan?”

mingyu susah payah mengangguk saat kepalanya tidak bisa lagi berpikir jernih. mulutnya terbuka dan ia berderai air mata. sungguh pemandangan yang wonwoo ingin simpan hanya untuk dirinya sendiri.

wonwoo melambankan gerakannya dan saat itu pulalah mingyu tidak tertahankan. ia mengucurkan maninya seperti keran terbuka, hasil tertumpuk selama 3 ronde. badannya melemas dan ia pun terjatuh pada pelukan wonwoo.

“kak… capek.” ucap mingyu disela napas yang terengah. bagian belakang dirinya masih terisi dan berkedut tetapi ia tidak sama sekali menghiraukannya.

“i know. berbaring dulu, okay. aku bersihin bentar.”

mingyu pun menurut. ia tidak lagi ingat apa yang terjadi setelahnya. ia hanya ingat bisikan pelan wonwoo mengatakan bahwa ia berkelakuan baik hari ini, seperti kekasih yang baik dan pintar. kemudian sebelum ia benar-benar jatuh ke alam bawah sadar, ia merasakan ciuman hangat disalurkan dari pipi ke bibirnya.

mingyu pun terlelap dengan senyuman kecil merekah.